by

DPRD Dukung BTM Terbatas

beritakotaambon.com – Rencana Pemerintah Provinsi Maluku menerapkan Balajar Tatap Muka (BTM) terbtas, mendapat dukungan dari Komisi IV DPRD Maluku.

Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary, mengungkapkan, sebelum Pemprov Maluku berencana lakukan BTM terbatas, sudah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag), tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Tapi SKB tersebut, terangnya, tidak serta merta harus bisa diterapkan. Tapi harus memenuhi persyaratan yang menjadi kewengan Pemerintah Provinsi Maluku dan kabupaten/kota. Sehingga pelaksanaan BTM terbatas itu melalui persetujuan Satgas Provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk mendapat ijin orangtua siswa.

“Kalau diantara tiga komponen itu, satu tidak setuju, artinya BTM tidak bisa dilaksanakan. Sebaliknya, kalau ketiga komponen setuju, ok itu bisa diterapkan. Tapi kalaupun setuju, namun ada orangtua yang tidak setuju, maka anaknya juga tidak bisa dipaksakan, sehingga sekolah tetap punya tanggungjawab untuk tetap melakukan pembelajaran di rumah,” jelasnya.

Khusus untuk Kota Ambon, politisi partai PDI Perjungan mengatakan, sekolah bisa menerapkan BTM dengan tetap harus memperhatikan kondisi penularan Covid-19.

Baca juga: HUT Kota Ambon ke 446

“Itu harus dilihat lagi, apakah Covid di Ambon ini dalam kategori kebijakan pemerintah pusat, apakah berada pada level IV, III atau II. Itu nanti kota yang akan tracking itu dan mencoba untuk menganalisa, setelah itu dilaporkan ke gubernur dan tim Satgas provinsi. Sehingga nanti mereka melakukan rapat, untuk menentukan sesuai dengan data-data yang ada, apakah ini sudah bisa dilakukan BTM atau tidak, khsusus di Kota Ambon,” ujarnya.

Secara kelembagaan, lanjut Atapary, DPRD tetap mendukung langkah pemerintah untuk menerapkan BTM. Kalau perlu, dipercepat.

“Prinsipnya, kalau bisa BTM, bisa dipercepat. Karena hampir semua orangtua dan siswa sudah mengeluh dengan kondisi pembelajaraan saat ini lewat Daring maupun During. Karena secara piskologi, anak-anak belajar dari rumah sudah tidak baik, sehinga perlu ada proses pembelajaran tatap muka,” tutup Atapary.(RHM)

Comment