by

DPRD Dukung Kebijakan Wajib Rapid Test

Ambon, BKA- Kebijakan wajib rapid test bagi masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker di luar rumah, mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Ambon. Dengan catatan, Pemerintah Kota Ambon lewat Satgas Covid-19 juga fokus pada tempat keramaian seperti pasar, mall, terminal dan sebagainya.

Kebijakan yang baru diterapkan oleh Pemerintah Kota Ambon mulai 14 Desember kemarin, ini dinilai mampu meningkatkan protokol kesehatan dan dapat memutus penyebaran Covid-19 di Kota Ambon. Bahkan status kota Ambon yang masih berada pada zona orange saat ini, bisa turun ke zona hijau penyebaran virus corona.

“Saya kira ini kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Agar masyarakat bisa lebih patuh terhadap protokol kesehatan. Jadi kalau ini kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid menuju zona hijau, ya sudah pasti DPRD dukung,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, saat dihubungi wartawan, Senin (14/12).

Menurutnya, kebijakan yang dilakukan pemerintah kota bukan merupakan suatu pemborosan anggaran. Pasalnya,anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19 masih ada. Dan langkah tersebut cukup tepat untuk mendeteksi penyebaran virus corona.

Dan ketika ada masyarakat yang di rapid kemudian hasilnya reaktif, maka akan langsung dilakukan swab test untuk mengetahui hasilnya, apakah yang bersangkutan terkonfirmasi virus corona atau tidak.

“Dengan kebijakan yang diterapkan, saya kira anggaran covid belum habis terpakai. Jadi kalau kebijakannya untuk mencegah covid, saya kira dengan adanya sanksi rapid test di lapangan supaya masyarakat juga patuh. Ini penindakkan yang positif, tujuannya mencegah penyebaran menuju zona hijau,” tandas dia.

Sekretaris DPC Gerindra Kota Ambon ini juga menghimbau, agar pihak Satgas Covid-19 Kota Ambon tidak hanya fokus terhadap pengawasan di jalan-jalan. Tetapi harus fokus terhadap seluruh tempat-tempat keramaian seperti pasar Mardika, mall dan lainnya.

“Saya kira untuk di tempat ramai yang paling bagus. Dan kita dorong tidak hanya di jalan-jalan tetapi di pasar, mall terminal. Kita dorong di tempat keramaian supaya dengan adanya tindakan rapid test di tempat itu membuat masyarakat sadar, untuk tidak mau di rapid harus pakai masker,” pungkasnya.

Pantauan koran ini, kebijakan wajib rapid test bagi yang tidak menggunakan masker di luar rumah mulai dijalankan Satgas Covid-19 Kota Ambon. Namun di hari pertama, kebijakan tersebut masih bersifat himbauan.

Dimana masing-masing personil Satgas Covid turut menghimbau masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan dengan disiplin 4M, yaitu menggunakan masker, mencucui tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Sambil membagikan selebaran protokol kesehatan kepada masyarakat.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Juru Bicara (Jubir) Covi-19 Kota Ambon, Joy Adriana telah menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Ambon akan membuat kebijakan baru terkait rapid test bagi warga tidak menggunakan masker saat di luar rumah.
Hal ini dianggap penting, untuk meningkatkan kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan. Dan juga melindungi masyarakat dari wabah Covid-19.

Joy menjelaskan, pelaksanaan wajib rapid tes bagi warga yang tidak menggunakan masker, nantinya akan dilakukan saat opreasi Yustisi dijalankan. Yakni merupakan bagian dari implementasi tracking, testing dan treatment (3T).

Sehingga diharapkan, langkah yang diambil dapat didukung masyarakat maupun DPRD selaku representasi masyarakat.

“Kita berharap agar ada partisipasi dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. sebab ini untuk kebaikan kita bersama. Yakni akhir Desember, Ambon harus di zona kuning, atau bahkan zona hijau,” tandas Joy. (UPE)

Comment