by

DPRD Kecam Pelayanan PT Taspen

AMBON-BKA, PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN) Persero dikecam masyarakat hingga DPRD Provinsi Maluku. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Taspen dinilai tidak manusiawi karena melakukan pelayanan dari luar pagar kantor, pada Senin (2/8) kemarin.

Hal ini dikarenakan, PT Taspen telah mengalihkan pelayanan tatap muka ke pelayanan online. Dan tidak menerima pelayanan di kantor, mengingat penerapan PPKM mikro level 4.

Namun kebijakan tersebut belum diketahui sebagian besar masyarakat, sehingga banyak orang yang datang untuk melakukan pengurusan. Pelayanan akhirnya dilakukan dari depan pintu pagar kantor. Sehingga terjadi penumpukan dan mengganggu lalu lintas sekitar.

Baca juga: 2022, Traffict Light Gunakan Sistim ATCS-ITS

“Seharusnya sebagai BUMN, PT Taspen harus bisa memberikan contoh terbaik dalam melayani para pensiuanan, bukan sebaliknya melayani masyarakat dari luar pagar. Itu artinya tidak manusiawi dan melecehkan masyarakat,” kecam Anggota DPRD Maluku, Alimudin Kolatlena, kepada Koran ini, Kamis (5/8).

Dikatakan, meskipun sedang diberlakukan PPKM namun tidak serta merta harus melayani seperti itu. Tapi pelayanannya bisa dilakukan di pelataran atau halaman kantor dengan tetap menerapkan Prokes dengan menjaga jarak.

Apalagi masyarakat yang dilayani rata-rata para pensiunan yang sudah lanjut usia, sehingga bisa secara langsung dapat mengganggu aktifitas pejalan kaki yang menggunakan trotoar dan arus lalulintas di jalan raya.

“Mestinya itu tidak boleh terjadi, kita melayani masyarakat karena rakyat yang pertama kita harus layani. Dan kalau memang masa pandemi, itu betul. Tapi kan ada protokol covid yang harus bisa kita terapkan. Jadi pelayanan di dalam halaman kantor dan ruang tetap terapkan Prokes. Covid dijadikan alasan, lantas masyarakat dilayani dari luar pagar. Dan itu merupakan cara-cara yang tidak manusiawi yang kita lihat,” tegasnya.

Politisi Gerindra ini mengaku, sangat sesali tindakan semena-mena dari pihak PT Taspen. Meskipun saat ini pelayananya sudah didalam halaman kantor, tapi apa yang telah dilakukan merupakan contoh tidak baik. Bahkan bisa menjadi preseden buruk bagi citra PT Taspen sendiri.

“Kan ketika masyarakat dilayani dari luar pagar, kan ada yang mengeluh bahwa tidak diberlakukan secara layaknya sebagai manusia. Sehingga ini perlu dievaluasi dan tidak boleh terulang kembali. Apalagi Taspen ini juga salah satu BUMN yang semestinya harus bisa menjadi contoh bagi perusahan lainnya di Maluku, khususnya di Kota Ambon,” pesannya.

Baca juga: Pempus Segera Ganti Rugi Korban Konflik 1999

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Taspen secara fisik dapat mengganggu kondisi masyarakat yang rata-rata kategorinya lansia, dan sudah masuk masa purna bhakti. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dapat mempengaruhi imun tubuh seseorang.

Sebelumnya informasi Taspen melayani masyarakat dari luar pagar, itu terjadi pada, Senin (02/08) siang kemarin. (RHM)

Comment