by

DPRD: Kemenag Jangan Paksa Kalau Belum Siap EHA

Ambon BKA- Anggota DPRD Maluku, Rostina Hasyim, mengingatkan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku agar jangan memaksakan kehendak untuk menjadikan Maluku sebagai Embarkasi Haji Antara (EHA).

Hal itu dia sampaikan, berdasarkan kenyataan yang ada. Kalau sebenarnya Kanwil Kemenag Maluku belum siap untuk mewujudkan hal itu. Masih banyak persoalan yang belum bisa diselesaikan secara baik, yang ditakutkan akan menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

Misalnya, ungkap Rostina, persoalan akses jalan masuk menuju Asrama Haji Waeheru yang dibangun diatas lahan masyarakat. Kanwil Kemenag Maluku terkesan memaksa untuk dilakukan pengaspalan, padahal lahannya belum diselesaikan Kemenag dengan masyarakat.

“Tiga hari lalu, salah satu tokoh masyarakat yang ada disekitar Asrama Haji Waiheru menelpon dan mempertanyakan tentang akses jalan masuk yang segera dibangun, melanjutkan yang sudah ada. Mereka khawatir, ketika itu dilaksanakan pengaspalan, beliau (warga) takut akan terjadi kontak fisik atau bentrok. Karena kata beliau, tanah itu belum dibebaskan lahannya.

Karena itu, mereka menitipkan aspirasinya kepada saya. Jadi kalau memang belum siap, jangan dulu memaksakan kehendak. Tapi diselesaikan dulu persoalannya,” terang Rostina, usai menghadiri rapat koordinasi persiapan EHA di Asrama Haji Waiheru, Jumat (6/11).

Selaku Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Dapil Kota Ambon, kata Rostina, apa yang menjadi aspirasi masyarakat Waiheru sudah disampaikan kepihak Kemenag Maluku, agar sebelum dibangun, terlebih dapat menyelesaikan pembebasan lahan. Sehingga niat untuk menjadikan Maluku sebagai EHA dapat berjalan dengan baik, tanpa menimbulkan persoalan dengan masyarakat.

“Kelanjutan ini memang kami dari Komisi IV menginginkan ini cepat diselesaikan. Tapi tidak bisa juga mengabaikan kepentingan masyarakat, perasaan masyarakat yang tanahnya dipakai,” tegasnya.

Selain itu, tambahnya, saat ini belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pelaksanaan dan pelayanan haji daerah di Maluku, yang saat ini masih dalam tahap penyusunan naskah akdemiknya.

Kalau pun sudah ada, lanjutnya, semuanya itu juga harus didukung dengan fasilitasi yang memadai sesuai standar. Dan semua itu tergantung persiapan pihak Kemenag Maluku.

“Saya juga belum tahu secara pasti, faslitas di asrama haji apakah sudah sesuai dengan standar apa belum,” akuinya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Maluku, A. Asis Sangkala, berharap, Kanwil Kemenag Maluku dapat mempercepat persiapan Maluku menjadi EHA.

Diantaranya, yang paling penting adalah pihak Kanwil Kemenag mempercepat pembentukan UPT yang nantinya bertanggungjawab terhadap pelayanan EHA. “Segera Kemenag bentuk satu UPT, untuk kemudian memastikan struktur organisasi pengelola asrama haji dan memberikan pelayanan yang baik,” pinta Asis. (RHM)

Comment