by

DPRD Maluku Bebas Narkoba

Ambon, BKA- Setelah pimpinan dan anggota DPRD Maluku, beserta para pegawai sekretariat yang menjalani pemeriksaan tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku pekan kemarin, untuk pimpinan dan sejumlah anggota DPRD dinyatakan negatif. Sebagian akan disampaikan dalam waktu dekat.

“Baik untuk sementara dari hasil tes urine terhadap empat pimpinan DPRD dan anggota dinyatakan negatif. Sedangkan sisanya akan disampaikan BNN dalam waktu dekat,” ucap Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada wartawan, Sabtu (19/12).

Mereka yang menjalani tes urine yakni, Ketua DPRD dan tiga Wakil DPRD, Efendy Latuconsina, Melkianus Sairdekut, dan Abdul Asis Sangkala.

Dikatakan, tes yang dilakukan merupakan bagian dari sosialisasi program pemerintah pusat, lewat instruksi presiden yang diorganisir oleh (BNN) Maluku. Karena menurutnya, hal tersebut merupakan program yang sangat penting.

Dan sebagai lembaga yang represantasi rakyat, harus menjadi contoh pertama bagi masyarakat. Sehingga lewat koordinasi Sekwan dengan BNNP Maluku, dapat melakukan sosialisasi dan tes narkoba bagi pimpinan dan anggota DPRD serta seluruh pegawai.

Sebab diketahui, kalau korban-korban narkoba secara umum di Indonesia termasuk di Maluku sudah sangat meningkat, berikut dengan barang-barang bukti yang diamankan pihak kepolisian.

“Prinsipnya, kita tidak mau anak-anak selaku generasi muda sebagai tongkat estafet perjuangan bangsa dan negara ini, berada dalam situasi yang dipengaruhi narkoba,” ucapnya.

Untuk itu, sebagai lembaga legislatif harus menjadi contoh dan panutan, sekaligus pembelajaran bagi masyarakat. Supaya dapat memperhatikan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dengan narkoba.

“Kalau sampai terlibat, maka pilihannya hanya tiga, entah rumah sakit, penjara atau kuburuan,” tuturnya.

Pimpinan DPRD juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala BNNP Maluku, yang telah melakukan kerjasama dengan DPRD untuk dilaksanakannya sosialisasi dan tes narkoba melalui pemeriksaan urine.

“Kalau memang dari hasil tes urine ada yang dinyatakan positif, maka DPRD akan bekerjasama dengan BNNP Maluku untuk menanganinya. Apakah dalam bentuk rehabilitasi atau pendampingan, tetapi yang lebih tahu mekanismenya adalah BNNP,” tegasnya.

Ditambahkan, bila kedapatan ada yang dinyatakan positif, apakah dia anggota legislatif atau pun ASN maka DPRD akan bekerja sama dengan kepala BNNP untuk menanganinya sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. (RHM)

Comment