by

DPRD Maluku Sesalkan Karamnya KM Tidar

AMBON-BKA, DPRD Provinsi Maluku sesalkan kasus karamnya KM Tidar milik PT Pelni diperairan di pulau Buru pada Senin (26/7) lalu.

“Sebagian dewan tentunya sangat menyesal, dengan kandasnya kapal milik salah satu perusahaan BUMN PT Pelni di Buru,” terang Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, kepada awak media, Kamis (29/7).

Baca: Dua Hari Kandas, KM Tidar Berhasil Lepas

Politisi PDIP ini menilai, kasus karamnya KM Tidar di perairan dekat pelabuhan Buru, ini merupakan salah satu kasus yang sangat memperhatinkan. Sebab, jalur yang dilalui KM Tidar ini bukan yang pertama kali. Sehingga sangat naif bisa kandas seperti itu.

“Sudah sekian lama, kapal Pelni melayari Ambon-Buru dan tidak ada pernah yang mengalami hal itu. Kok baru sekarang bisa terjadi,” ucapnya.

Dirinya menduga, ada hal-hal yang belum dilakukan meski sudah melakukan perjalanan dari pihak kapal. Yang mana diakibatkan adanya rambu-rambu yang mengalami kerusakan dilokasi kandasnya KM Tidar.

Untuk itu, DPRD Maluku akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku, agar secepatnya melakukan peninjauan langsung ke titik dimana ditempatkan rambu-rambu laut.

“Hal-hal yang membantu pelayaran tanpa ada gangguan namun mengalami kecelakaan. Sebelum terjadi harusnya, itu dilakukan sebelum terjadi dengan cara melakukan perbaikan. Kita semua sama tahu, kalau Maluku ini kan daerahnya pulau-pulau. Dan diberbagai tempat, kita temukan pada daerah tertentu yang kedalam airnya, seperti yang terjadi di Buru,” terang dia

Menurut dia, tanpa harus diingatkan, harusnya instansi terkait sudah harus memperhatikan rambu-rambu yang mendukung pelayanan pelayaran.

“Dengan kejadian ini akan menjadi catatan untuk dewan, untuk bisa dengan cara melakukan koordinasi untuk mengatasi hal dimaksud,” pungkasnya. (RHM)

Comment