by

DPRD Marathon Bahas APBD 2021

Ambon, BKA- DPRD Kota Ambon bersama Pemerintah Kota, sementara maraton menyelesaikan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. Sebab, tenggat waktu yang diberikan untuk menetapkan APBD 2021 hingga tanggal 30 November 2020.
Pantauan koran ini, sejumlah anggota DPRD Kota Ambon yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) sejak pekan kemarin melakukan rapat internal bersama Pemerintah Kota Ambon terkait APBD 2021.

Bahkan sebelumnya, seluruh wakil rakyat ini telah melakukan studi banding ke Pemerintah maupun DPRD kota Ambon untuk mencari referensi tambahan untuk memperkuat pembahasan APBD 2021. Pasalnya, ada beberapa regulasi terbaru yang ditetapkan, sehingga butuh referensi tambahan dalam menyelesaikan penetapan APBD dimaksud.
Rapat internal bersama Pemerintah Kota, masih berlanjut hingga kemarin. Dan dilanjutkan dengan penetapan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono menyebutkan, sesuai dengan aturan batas penerapan APBD 2021 hanya sampai 30 November 2020. Sehingga DPRD sementara berupaya menyelesaikan pembahasan APBD untuk ditetapkan sebelum akhir bulan ini.

“Kita upayakan secepatnya selesai agar nantinya tidak melewati deadline yang ditentukan sebelum 30 November 2020. Makanya nanti selesai KUA PPAS sore ini ditetapkan, kita mulai membahas RAPBD per komisi untuk melakukan pembahasan bersama mitra, setelah itu beberapa tahap langsung penetapan APBD 2021,” terang Latupono, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (23/11).

Politisi Gerindra ini menilai, ada hal-hal penting yang didorong pada anggaran tahun berikut, seperti penanganan bencana alam serta perbaikan infrastruktur seperti jalan dan sebagainya.

“Kemudian nanti disediakan space anggaran untuk penyediaan Covid-19 di 2021. Karena kita tidak tahu covid ini berakhir kapan. Jadi space itu harus disiapkan agar kalau ada refocusing anggaran, kita punya cadangan sudah ada,” beber dia.

Disinggung terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon, anggota DPRD tiga periode ini menilai, kondisi pasca pandemi Covid-19 sangat memperngaruhi PAD Kota Ambon. Namun diharapkan, untuk PAD 2021 mendatang, kondisi wabah ini telah selesai, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Ambon dapat bekerja lebih maksimal untuk mendongkrak PAD.

“Memang kondisi covid yang mempengaruhi PAD , sehingga pendapatan dirancang hanya 1,2 triliun, artinya turun. Tapi yang penting benar-benar untuk kepentingan masyarakat. Dan kita berharap, pandemi ini selesai agar di tahun depan PAD bisa digenjot lebih maksimal,” pungkasnya. (UPE)

Comment