by

DPRD MBD Diminta Berperan Atasi Masalah Internet

Ambon, BKA- DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) diminta berperan aktif, dalam upaya mengatasi kendala akses internet pada sejumlah sekolah. Baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA/SMK di kabupaten itu.

Hal itu dimintakan Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (Gema-MBD) Ambon, mengingat pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) yang akan dilaksanakan pada September-Oktober mendatang, membutuhkan kesiapan fasilitas internet pada semua Satuan Pendidikan (SP).

Namun yang terjadi, ungkap Koordinator Gema-MBD, Jhon Karuna, hampir sebagian besar sekolah di kabupaten bertajuk “Kalwedo” itu terkendala dengan akses internet.

Kalau hal tersebut tidak segera diantisipasi, katanya, ditautkan akan mengganggu proses pelaksanaan AN.

“Dengan adanya anjuran pemerintah untuk mentaati protokol kesehatan, yakni, tidak berkerumunan, menjaga jarak dan mencuci tangan serta memakai masker, membuat aktifitas dunia pendidikan pun dijalankan secara online. Bukan saja dalam proses belajar mengajar, tapi juga dalam pelaksanaan AN di bulan September mendatang. Untuk itu, kita meminta DPRD MBD untuk memainkan perannya secara maksimal, disamping mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) mengatasi persoalan akses internet di MBD. Sebab dengan adanya proses belajar mengajar dan AN secara online ini, sangat membutuhkan akses internet yang baik dalam rangka mendukung aktifitas sekolah,” terang Jhon, Rabu (27/1).

Memang, lanjutnya, Satuan Pendidikan tingkat PAUD, SD, dan SMP, memang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Namun perbedaan tanggung jawab tersebut tidak lantas membuat Pemkab MBD mengabaikan kebutuhan SMA/SMK, karena mereka juga merupakan bagian dari Kabupaten MBD.

“Di dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, memang disebutkan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pendidikan setingkat SD dan SMP. Sedangkan pemprov bertanggung jawab atas pendidikan setingkat SMA/SMK. Tapi tetap saja merupakan bagian dari MBD, karena SMA/SMK yang ada disana juga, ada generasi penerus MBD yang perlu DPRD dan Pemda perhatikan kualitas pendidikan mereka. Sehingga kami mendesak DPRD dan Pemda MBD untuk segera mengatasi keterbatasan dan kesulitan akses internet yang dialami oleh siswa-siswi SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Mersela, Dawelor Dawera, Mdona Hyera, Damer, Wetar dan Kecamatan lainnya di seluruh MBD,” tandas Mahasiswa FSIP Unpatti ini.

Sementara Ketua DPRD MBD, Aswerus Tunai, ketika dikonfirmasi, mengaku, sejumlah sekolah di MBD memang masih terkendala akses internet. Sehingga pihaknya sementara berupaya untuk mencari solusi, dengan membangun koordinasi dengan Pemkab MBD.

“Memang sekolah di MBD ini, masih terkendala akses internet. Sehingga kita lagi berupaya untuk bagaimana mencari jalan keluar untuk itu. Tapi karena terkendala Covid-19, jadi nanti kita koordinasi kembali dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) MBD soal ini. Kita juga akan upayakan untuk koordinasi dengan Disdikbud Maluku soal SMA/SMK yang masih terkendala akses internet,” singkatnya.(LAM)

Comment