by

DPRD Minta Vaksinasi Tak Hambat PTM

beritakotaambon.com – Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku agar tidak jadikan vaksinasi sebagai penghambat Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dengan harapan, PTM bagi siswa dan guru di sekolah bisa kembali diaktifkan dalam waktu dekat.

“Jangan kemudian vaksinasi menjadi pengambat untuk sekolah PTM dilakukan, tetap sekolah tetap melaksanakan BTM terbatas karena program vaksin sudah dilakukan. Sementara bagi siswa-siswa yang belum divaksin itu dilakukan perlakukan khusus, tapi tidak membatalkan PTM. Artinya tidak menjadikan vaksinasi jadi penghambat,” tandas Sangkala, kepada awak media, Rabu (15/9).

Ketua DPW PKS Maluku ini menilai, jika ada siswa yang belum mencukupi usia 12 tahun untuk divaksin, maka tidak boleh ada paksaan dari pihak guru maupun dinas. Bahkan yang sudah mencukupi usia 12 tahun dan tidak sempat menjalani vaksinasi karena berbagai alasan atau tidak mendapatkan izin dari orang tua, maka tidak boleh dijadikan alasan untuk menghambat belajar tatap muka.

Menurutnya, sudah waktunya sekolah berlakukan belajar tatap muka dengan membatasi jumlah siswa atau dengan pembagian yang dilakukan sesuai protokol kesehatan. Dan bagi yang belum mengikuti vaksin, harusnya dicarikan solusi oleh lembaga pendidikan. Entah siswa tersebut mengikuti belajar daring atau luring, tetapi proses PTM harus sudah berjalan sesuai direncakan dinas terkait.

“Sekolah tetap punya kewajiban untuk mencari jalan keluarnya, agar siswa tetap menerima pelajaran. Karena ini juga bukan maunya siswa, tapi karena keadaan yang mungkin siswa itu tidak harus mengikuti vaksin,” ucapnya.

Baca juga: 450 Item Aset Pemkot Masih Disensus

Koordinator Komisi IV DPRD Maluku ini berharap, siswa yang belum divaksin tetap bisa mengikuti proses PTM dengan bisa menujukan keterangan dari puskesmas terdekat. Agar tidak membebankan orang tua untuk mengambil keterangan dari dokter ahli maupun rumah sakit yang memiliki perlatatan lengkap.

“Yang penting ada yang bisa mempertanggungjawabkan kondisi yang bersangkutan dengan dikeluarkan surat keterangan kesehatan. Sehingga jangan ada biaya yang dikeluarkan orang tua dengan kondisi saat ini. Maka dengan keterangan dari dokter di puskemas sudah cukup menjelasakan konsisi kesehatan, untuk kebutuhan siswa mengikuti proses belajar di sekolah,” pintanya.

Sangkala juga meminta, agar sekolah tidak lagi mempersulit siswa dengan wajib vaksin. Termasuk siswa baru terkait biaya perlengkapan seragam dan lainnya. Karena dengan kondisi pandemi saat ini, masyarakat sangat kesulitan. Sehingga harus ada kebijakan dari sekolah untuk mempermudah siswa mendapatkan pendidikan yang layak.

Baca juga:
Dua Siswi SD 64 Ambon Wakili Maluku ke KOSN Karate Tingkat

“Kalau harus menggunakan surat keterangan, jangan dipersulit tapi dipermudah. Agar siswa dapat mengikuti belajar tatap muka. Termasuk bagi siswa baru jangan ladi dipersulit dengan biaya seragam dan sebagainya. Dan bagi yang belum divaksin, jangan dipaksa, tunggu sampai orang tua mengijinkan. Intinya harus ada solusi, untuk tidak mempersulit orang tua dan siswa untuk belajar tatap muka. (RHM)

Comment