by

DPRD : Pabrik Rokok Tutup, Harga Cengkih Turun

Ambon, BKA- Anggota Komisi III DPRD Maluku Fraksi PDI Perjuangan, Arny Hassana Soulisa, mengungkapkan, salah satu penyebab turunnya harga cengkih di Maluku karena terkena dampak tutupnya pabrik rokok Jarum Kudus dan Gudang Garam, paska pandemi Covid-19.


Pernyataan tersebut disampaikan Soulisa usai melakukan pertemuan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku bersama perwakilan LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI), di ruang Komisi III DPRD Maluku, Senin(9/11).

Sebelumnya, LSM PMPRI menggelar aksi di Kantor DPRD Maluku pada 2 November lalu, yang meminta lembaga legislatif tersebut bisa melihat persoalan turunya harga cengkih tersebut.

“Harga cengkih itu memang sementara ada penurunan berkisar Rp 50 hingga 53 ribu per kilo di Maluku, khususnya di Kota Ambon. Memang tidak bisa ada perubahan, karena lagi ada penurunan harga secara nasional, sehingga kita tidak bisa berspekulasi dengan harga. Karena kata Kadis Perindag Maluku (Elvis Pattiselano), bahwa ada sekitar 600 ton yang mau dijual dan mau diexprot juga susah,” jelas Soulisa.

Selain itu, lanjutnya, dari sisi kualitas dan mutu cengkih juga menjadi salah satu penentu harga dipasaran dunia. “Itu juga terkait dengan kadar mutuh cengkih, juga faktor yang menjadi turunnya harga cengkih dipasaran,” tambahnya.

Walau begitu, lanjutnya, Komisi III DPRD Maluku akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kemungkinan pembentukan BUMD yang berfungsi untuk menampung panen cengkih petani, agar harganya dapat lebih stabil.

“Emang belum ada rencana dari komisi untuk membahas terbentuk BUMD. Tapi kita hanya merespon apa yang disampaikan LSM kepada sebagai wakil rakyat untuk bisa menindaklanjutinya,” tandasnya. (RHM)

Comment