by

DPRD Panggil BWS Pekan Depan

AMBON-BKA, Komisi III DPRD Provinsi Maluku telah mengagendakan pemanggilan terhadap Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah Maluku, pekan depan.

Pemanggilan itu untuk menindaklanjuti, kerusakan talud pengendalian sedimen sungai Way Ela yang baru dibangun 2020 lalu.

“Iya, kita sudah agendakan pemanggilan BWS, pada Selasa nanti,“ tandas Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbau, Jumat(23/7).

Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, mengungkapkan, kerusakan talud pengendalian sedimen Wai Ela di Negeri Lima, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), akibat banjir beberapa waktu lalu, menjadi salah satu perhatian serius Komisi III.

Untuk itu, Komisi III telah mengagendakan pemanggilan terhadap pihak BWS, untuk membahas langkah-langkah mengatasi kerusakan itu.

“Ini secepatnya. Mungsin Selasa depan, kita sudah melakukan pemanggilan BWS untuk meminta segera mangambil langkah-langkah pengamanan, agar nantinya tidak ada lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Yang kita khawatirkan, jangan sampai nanti berimbas pada fasilitas lain, seperti, rumah warga dan fasilitas seperti jembatan yang sudah dibangun,” jelasnya.

Khusus bagi rumah warga yang sudah terkena dampak kerusakan talud tersebut, Komisi III juga telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera dilakukan investivigasi, agar dapat diambil langkah-langkah penyelesaian.

Ditambahkan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Hatta Hehanussa, rusaknya talud pengendalian sedimen Way Ela, diperkirakan akibat tingginya sedimen sehingga menutup semua lokasi pembangunan grosir yang ada dibagian atas atau hulu Sungai Way Ela.

“Jadi akibat sedimen sudah menutup grosir yang ada pada bagian atas, mengakibatkan terjadinya luapan air yang cukup kuat akibat curah hujan yang begitu tinggi belum lama ini,” ujar Hatta.

Meskipun demikian, katanya, apakah proses pembangunan talud senilai Rp 6 miliar pada 2020 lalu itu sudah sesuai dengan perencanaan atau belum, Komisi III juga belum tahu. Sehingga dalam waktu dekat, akan dilakukan on the spot ke lokasi Way Ela.

“2020 itu memang pekerjaannya sudah selesai dan sudah dinyatakan selesai. Tapi kemarin kan kondisi bencana alam yang cukup kuat akibat faktor hujan yang cukup tinggi, yang membuat terjadinya longsoran-longsoran dibagian atas, sehingga menutup seluruh grosir. Jadi sedimin itu penuh pada grosir yang dibungun di gunung atas, mengakibatkan terjadinya jebol. Tapi grosir yang dibangun dibawa itu infonya aman-aman saja, sebab kondisi jembatan juga tidak apa-apa ko,” jelas politisi Partai Gerindra itu.

Terhadap itu, tambah Hatta, pihak BWS juga telah melakukan langkah-langkah melakukan tanggap darurat lewat pengusulan anggaran bencana ke Kementerian PUPR Jakarta. Melalui anggaran itu, pihak BWS segera melakukan rehablitasi terhadap kerusakan talud itu.

“Meskipun demikian, kita tetap harus panggil pihak BWS dan melakukan one the spot lapangan untuk melihat secara langsung kondisi kerusakannya, agar nantinya memberikan masukan sesuai dengan kondisi yang ada. Karena kita juga tidak mengingkan data yang hanya sekedar diterima, tapi harus sesuai dengan fakta,” pungkasnya. (RHM)

Comment