by

DPRD Plesiran ke Bogor dan Manado

Ambon, BKA- Pasca penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) Kota Ambon Tahun Anggaran 2021, Sabtu lalu. Senin (30/11), puluhan anggota DPRD Kota Ambon pelesira ke dua kota sekaligus, yakni Kota Bogor dan Manado. Namun belum diketahui agenda dari kunjungan tersebut.

Anggota DPRD Kota dari fraksi PKB, Gunawan Mochtar saat ditemui mengaku, keberangkatan para anggota DPRD hanya melibatkan para pimpinan DPRD dan fraksi dan komisi. Dan ada beberapa anggota DPRD yang tidak ikut dalam keberangkatan tersebut, termasuk dirinya.

“Pimpinan DPRD itu tidak punya hak buat pilih-pilih siapa yang berangkat. Mereka bikin uang negara ini sama deng mereka punya uang pribadi saja. Berangkat ini, yang lain (anggota) sudah duluan, baru kemarin ada (anggota) yang susul, ini berarti ada pilih-pilih,” beber Gunawan, saat dikonfirmasi koran ini, Jumat (4/11).

Dikatakan, awalnya pimpinan DPRD telah mengingatkan kondisi keuangan Kota Ambon saat ini sedang direfocusing dan mengalami defisit. Sehingga tidak ada keberangkatan dalam bentuk apapun. Namun faktanya, para pimpinan DPRD justru memboyong sejumlah pimpinan dan anggota DPRD yang ada.

“Mereka berangkat seakan-akan gunakan uang pribadi saja. Kalau hanya untuk berangkat saja diatur siapa yang boleh dan tidak boleh. Memangnya ini lembaga apa sebenarnya ? Kita ini sama-sama Anggota DPRD yang dipilih oleh rakyat,” kesalnya.

Gunawan menambahkan, selain agenda tidak jelas, keberangkatan sekitar 25 Anggota DPRD itu, tidak diatur dalam agenda Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Ambon.

“Ini soal cara-cara yang dipakai selama ini tidak pantas. Ini lembaga apa sebenarnya. Apalagi agenda itu tidak ada di Bamus. Lalu kemudian SPPD itu sekitar 18 juta sekian. Itu bila perlu BPK, Kejaksaan turun periksa mereka soal penggunaan anggaran di DPRD,” sebutnya.

Gunawan juga meminta, agar sekembalinya seluruh anggota DPRD dari Bogor dan Manado, segera mengagendakan rapat internal yang selama ini belum pernah dilakukan.

“Sampai sekarang DPRD itu belum pernah rapat internal. Saya minta rapat, lalu revisi itu Tatib,”desaknya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Ambon, Elkyopas Silooy, saat dihubungi wartawan menambahkan, tidak ingat dengan perihal agenda keberangkatan para pimpinan tersebut. Dia mengaku, keberangkatan di dua Kota tersebut, berkaitan dengan kunjungan kerja.

“Itu kunjungan kerja para pimpinan DPRD, Komisi dan fraksi-fraksi. Agendanya apa pasti ada agenda, tapi saya harus lihat catatan lagi,” ujarnya.

Sementara terkait agenda Kunker ke Manado yang kabarnya hanya akal-akal untuk menghadiri acara kawinan Kadis Pariwisata Kota Ambon, Sekwan menjelaskan, bahwa pihaknya tidak mengetahui itu. (UPE)

Comment