by

DPRD Saran Belajar Tatap Muka, Rofiq Sebut Ada Kebijakan Anomali

Ambon, BKA- Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rofiq Afifudin, menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bisa menerapkan kembali sistem belajar tatap muka, tapi dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes) bagi guru dan siswa.


“Saya sering katakan, segera sekolah-sekolah itu dibuka dan dilakukan pendidikan tatap muka seperti biasa. Tetapi kalau memang belum saatnya, maka walikota atau bupati harus bisa sampaikan alasan kepada pihak sekolah,” kata Rofiq, Selasa (5/1).

Alasan dia menyarankan kebijakan belajar tatap muka, karena Pemkot Ambon telah mengeluarkan ijin aktivitas terhadap pusat perbelanjaan maupun bioskop.

Bukan saja orang dewasa yang menjadi pengunjung pusat perbelanjaan maupun bioskop, tapi ada juga anak usia sekolah yang menjadi pengunjung tempat-tempat tersebut.

Sehingga terhadap kebijakan itu, terang Rofiq, masyarakat menilai ada kebijakan anomali yang dikeluarkan oleh Pemkot Ambon. Yaitu, bisa membuka ruang publik yang lain, tapi aktivitas belajar mengajar di sekolah masih dilarang.

“Lalu apa bedanya bioskop dengan tatap muka di sekolah, yang tentunya dalam suasana terang, tetapi bioskop itu gelap,” katanya.

Menurutnya, sudah ada kesepakatan untuk hidup bersama dengan virus corona pada new normal life, sehingga harus ada pembiasaan untuk melakukan interaksi publik yang berpedoman pada protokol kesehatan.

Untuk itu, kata Rofiq, sudah seharusnya belajar tatap muka dilakukan kembali di sekolah. Sebab siswa tidak hanya membutuhkan belajar atau diajarkan oleh guru, tetapi juga perlu dididik dan dibimbing, termasuk membutuhkan teman dalam bersosialisasi.

“Yang harus dilihat dari generasi ini adalah 10 sampai 20 tahun ke depan. Maka sudah harus berfikir lebih produktif, dimana setiap sekolah harus dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(RHM)

Comment