by

DPRD SBT Evaluasi Anggaran Refocusing Rp57 Miliar

DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengevaluasi kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait anggaran refocusing sebesar Rp 75 miliar untuk penanganan Covid-19 di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa itu.

Evaluasi dilakukan dalam rapat kerja komisi gabungan, terkait evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021, berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan (PMK) 17 2021 dan Pelaksanaan APBD 2021.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD SBT, Noaf Rumau, didampingi Wakil Ketua I DPRD, Agil Rumakat dan Wakil Ketua II DPRD, Ahmad Voth itu, mendapat banyak protes dari sejumlah anggota DPRD lainnya. Sebab, dokumen refocusing APBD sebanyak Rp 75 miliar itu, belum disiapkan TAPD di meja pimpinan maupun anggota DPRD.

“Saya minta dokumen refocusing itu sudah ada di meja kita masing-masing. Ini kita mau proteksi bagaimana kalau TAPD tidak ada data ke kita soal itu,” kesal Ketua Fraksi PDIP DPRD SBT, Abdul Azis Yanlua, di sela-sela rapat evaluasi, Selasa, (13/07).

Menurut Yanlua, dokumen refocusing anggaran harus diserahkan ke pimpinan dan anggota DPRD, agar bisa mengetahui penggunaan anggaran tersebut sesuai dengan PMK 17 atau tidak.

Sebab sesuai permintaan PMK 17 2021, lanjut dia, hanya untuk belanja empat item semata. Yaitu belanja mobilisasi vaksin, belanja alat-alat penyimpangan vaksin, belanja soal tenaga medis yang lakukan vaksin dan belanja soal paska vaksin.

“Tapi cara mendistribusi untuk belanja yang dimaksud sesuai PMK 17 ini kita tidak tahu. Sebelum kita bahas lanjut, dokumen pendukung itu sudah harus ada,” ujarnya.

Protes yang sama juga disampaikan Sekretaris Fraksi NKRI DPRD SBT, Fadly Elbetan. Dirinya mendesak agar TAPD segera menyiapkan dokumen refocusing tersebut. Agar DPRD bisa memberikan koreksi atau evaluasi.

“Dari awal saya sudah ingatkan, bahwa rapat ini akan dilanjutkan jika Tim Angaran menyiapkan dokumen itu. Agar sejauh mana presesntasi TAPD terhadap DPRD berkaitan dengan refocusing anggaran sesuai dengan PMK 17, berarti DPRD harus bisa memproteksi itu,” sebutnya.

Elbetan juga sempat melayangkan pertanyaan kepada Kepala Keuangan Pemkab SBT terkait kepastian angka refocusing. “Sebenarnya yang direfocusing ini 57 miliar atau 41 miliar. Biar kita kasih cocok ini.” teriaknya.

Pantauan Koran ini, dalam rapat tersebut turut dihadiri Plt Sekretaris Daerah (Sekda) SBT, Jafar Kwairumaratu, Kepala Diskeu Ali Tomagola, Kepala Inspektorat Daerah Nasarudin Tianotak, Kabag Hukum Setda SBT, Mochtar Rumadan, Kepala Bappeda Anzar Wattimena serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. (SOF).

Comment