by

DPRD Siap Kawal Aliran Listrik Masuk Pasir Putih

BURU-BKA, Dua tahun tiang listrik dan kabel membentang di Desa Pasir Putih, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Tapi sampai sekarang, 578 rumah dari 617 kepala keluarga (KK) di desa itu, belum juga teraliri listrik.

Hal itu, mengundang keprihatinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bursel. Sehingga mereka berkomitmen untuk mengawal keinginan masyarakat Desa Pasir Putih, agar desa itu segera dialiri listrik oleh PLN.

Apalagi semua tiang listrik di Desa Pasir Putih itu, didirikan oleh PLN Ranting Air Buaya, Rayon Namlea, PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara sejak 2019 lalu.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Buru Selatan, Asriyadi Tomia, mengungkapkan, Komisi II DPRD telah beberapa kali ke Kantor PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, untuk memperjuangkan terkait dengan percepatan pembangunan PLN di Desa Pasir Putih.

Baca juga: 587 Rumah di Pasir Putih Belum Dialiri Listrik

“Pihak PLN telah menyampaikan kepada kami, pada waktu itu, bahwa akan konsultasikan lagi ke pimpinan yang tertinggi, dalam hal ini PLN pusat, untuk berkoordinasi terkait dengan PLN di Desa Pasir Putih ini, apakah menggunakan mesin sendiri atau kah mengambil aliran dari jalur PLN yang tersebar di Kecamatan Kepala Madan,” kata Asriyadi, kepada BeritaKota Ambon, di Namlea, Kamis (5/8).

Untuk memperjuangkan hal tersebut, pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, terkait permasalahan yang sedang dialami oleh masyarakat di Desa Pasir Putih.

“Kami akan kembali ke PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, untuk mempertanyakan lagi hasil komunikasi kami dan hasil audiens kami, pada tahun kemarin, terkait dengan PLN di Desa Pasir Putih. Sampai saat ini, kenapa belum dialiri listrik dan harus percepat pembangunan PLN yang ada di Desa Pasir Putih, karena infrastrukturnya sudah siap, tinggal aliran listriknya saja sampai saat ini belum disiapkan oleh pihak PLN,” ujar dia.

Ketua DPD II Partai Golkar Bursel ini berjanji, akan terus mengawal masalah ini. Karena itu merupakan tanggung jawab anggota DPRD dari dapil Kecamatan Leksula dan Kepala Madan.

Selain itu, kata dia, persoalan PLN di Kabupaten Buru Selatan ini sudah menjadi tanggung jawab dari Komisi II di DPRD Kabupaten Buru Selatan.

“Kami akan mengawal itu, karena ini tugas dan fungsi kami. Apalagi Desa Pasir Putih bagian dari kecamatan kami dan juga dapil kami di Leksula-Kepala Madan dan ini menjadi tanggung jawab kami dimana pun aliran listrik yang belum teraliri di seluruh wilayah Kabupaten Buru Selatan,” tandasnya.

Terpisah, Supervisor Pelayanan Pelanggan PLN Namlea, Aris Salam, menjelaskan, terkait permasalahan yang terjadi di Desa Pasir Putih itu tanggung jawab PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Baca juga: Dua Tahun, Tiang Listrik di Bursel Tak Difungsikan

“Kami hanya sebatas koordinasi dengan pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara. Kami PLN Namlea siap melayani, kalau pekerjaan vendor sudah selesai. Kami tidak tahu alasan lambatnya,” pungkas Aris, di ruang kerjanya, Kamis (5/8).(MSR)

Comment