by

DPRD Sikapi Sampah di Kota Bula

Ambon, BKA- DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengambil sikap tegas terkait tumpukan sampah yang tersebar di kota Bula, kabupaten SBT. Sebab, Dinas Lingkungan Hidup SBT dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
Sikap tegas tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD SBT, Ahmad Voth, dan Wakil Ketua Badan Perancangan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD SBT, Fathul Kwairumaratu pada forum bacarita anak muda tentang lingkungan, yang digelar Komunitas Kalesang Pante (KKP) dan Gumumae Photo Club (GPC) di kawasan Pantai Roleks, Kecamatan Bula, Rabu (27/01) kemarin.
Saat dikonfirmasi koran ini, Kamis (28/1), Ahmad Voth mengatakan, dari forum bacarita tersebut harus menghasilkan satu poin rekomendasi yang akan dikawal DPRD kepada Pemerintah Kabupaten SBT.
“Dari hasil itu, Kita semua bersepakat untuk menentukan satu poin yang direkomendasikan ke DPRD. Dan itu langsung kita sampaikan ke Pemda SBT,” kata Voth.

Sikap Voth, soal kebersihan lingkungan di Kota Bula, dirinya meminta untuk pengangkut sampah sudah harus pakai pihak ketiga. Karena menurut Voth, dinas yang membidangi hal ini tidak melakukan tugasnya secara baik dan efisien.
“Untuk itu saya mintakan, harus ada pihak ketiga dalam pengangkutan sampah. Sebab, kita tidak bisa mengharapkan dinas terkait. Meraka sangat malas, hingga seperti saat ini kita lihat. Sampah merajalela di Kota Bula,” ucapnya.
Padahal kata Voth, UU 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah sangat memiliki maksud yang jelas. Katanya, bahwa pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.

“Maka itu, saya tunggu satu rekomendasi yang berbobot untuk menata lingkungan di Bumi Ita Wotu Nusa ini. Saya tunggu map rekomendasi di meja saya. Kita akan kawal sampai di Badan Perancangan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD SBT, dan harus masuk meja paripurna,” kata Voth.

Sementara Wakil Bapemperda DPRD SBT Fathul Kwairumaratu, pada geliran bicaranya mengapresiasi buah pikiran dua komunitas yang dapat melakukan kegiatan itu. Kata Fathul di awal bicaranya menyampaikan, pemuda tidak boleh mati, pemuda harus hidup sehidupnya lalu bernilai.
“Kegiatan seperti ini sangat mengandung nilai yang mendalam. Dimana, ada juga dilakukan pameran foto-foto yang menceritakan kondisi lingkungan di SBT. Itu sangat berarti,” kata Fathul, yang juga Sekretaris Fraksi Gabungan PDN DPRD SBT itu.

Fathul juga menceritakan bagaimana pentingnya peran pemuda serta tanggungjawab sosialnya dalam membangun satu daerah. Kata Fathul, banyak trobosan soal daerh yang dilakukan anak muda di berbagai wilayah lain. “Mari, kita punya semangat sama untuk membangun daerah ini,” ajak Fathul.
FK, nama pendek dari Fathul Kwairumaratu itu juga meminta kritikan dan saran yang harus disampaikan ke Pemda SBT dan DPRD. Baik melalui foto dan bentuk apa saja. “Saya sangat mengharapkan kritik dan saran untuk kita sama-sama berjuang,” ucapnya.

Lanjutnya, Fathul akan menggunakan kewenangan sebagai DPRD untuk sama-sama berjuang demi menjaga lingkungan SBT agar lebih bersih. “Kita hasilkan satu rekomendasi. Dan saya juga akan mengawal rekomendasi ini sampai ke Pimpinan DPRD,” kata Fathul

Bahkan aktivis lingkungan ini pun mengharapkan pada rekomendasi yang nantinya dimasukkan ke DPRD. Dirinya meminta untuk namanya dicantumkan. “Buat satu rekomendasi, katong (kita) samua tanda tangan. Saya dan bang Ecal juga terlibat dalam pendatanganan itu. Kami akan kawal sampai paripurna,” ucap Fathul. (SOF)

Comment