by

DPRD Soroti Dugaan Bisnis Lapak Disperindag

Ambon, BKA- Sikapi aduan pedagang Gedung Putih Mardika, Komisi II DPRD Kota Ambon akan memanggil pihak Disperindag Kota Ambon, terkait ratusan lapak pedagang di pasar Apung Mardika. Sebab dari laporan pedagang, ada ratusan lapak yang telah dijual ke pedagang lain oleh oknum Disperindag.

Padahal, dari pernyataan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy di tahun 2020 lalu, penempatan kios di pasar Apung akan ditempati secara gratis oleh pedagang Gedung Putih pasca relokasi. Hal tersebut untuk mempercepat proses revitalisasi pasar Mardika yang direncanakan akan dibangun 4 lantai di tahun ini.

“Dalam waktu dekat setelah kita dudukan agenda di Komisi, kita akan fokus soroti laporan pedagang soal penempatan kios di pasar Apung. Karena harusnya pedagang Gedung Putih yang tempati itu. Tapi katanya belum juga dilakukan pengundian ke mereka (pedagang). Bahkan kata pedagang, ada ratusan lapak yang sudah dijual ke pedagang lain. Ini yang perlu kita pertanyakan nanti,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far, kepada wartawan, di gedung DPRD Belakang Soya, Kamis (21/1).

Politisi Perindo ini menilai, untuk saat ini komisi belum bisa memanggil pihak Disperindag Kota Ambon. Sebab, jabatan Kepala Disperindag masih kosong, pasca perombakan birokrasi di Pemkot Ambon.

Karena jika diwakilkan, ditakutkan aka nada kebijakan baru yang muncul setelah ditetapkan kepala dinas definitif. Sehingga Komisi akan menunggu setelah adanya kepala dinas definitif yang ditetapkan oleh walikota Ambon.

“Apa yang disampaikan pedagang kemarin, harus kita pertanyakan ke dinas apakah itu betul atau tidak. Kalau memang benar, kita akan laporkan persoalan ini ke walikota. Makanya kita berharap agar pengisian jabatan kepala disperindag bisa dipercepat. Karena banyak persoalan terkait rencana revitalisasi yang harus diselesaikan, sehingga nasib para pedagang juga tidak terkatung-katung,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rabu (20/1) kemarin, para pedagang Gedung Putih datang mengadu ke DPRD terkait janji relokasi pedagang Gedung Putih ke pasar Apung. Sebab, hingga kemarin, mereka belum mendapatkan tempat untuk berjualan, pasca pembongkaran sebagian lapak di pasar Gedung Putih Mardika pada tahun 2020 lalu.

Sementara Disperindag Kota Ambon telah berjanji akan menempatkan mereka ke pasar Apung untuk berjualan, sambil menunggu revitalisasi pasar Mardika selesai dikerjakan. Faktanya, ada dugaan bisnis lapak yang dilakukan oknum Disperindag Kota Ambon. Dimana sebagian lapak yang ada diduga telah dijual kepada para pedagang lain untuk ditempati.

“Penempatan pedagang Gedung Putih di pasar Apung, rencana relokasi itu 336 kios. Sementara jumlah pedagang di Gedung Putih jumlahnya 599 kios. Karena kurang, kita hanya minta 270 kios saja untuk pedagang Gedung Putih, supaya yang punya 2-3 kios cukup dapat 1 kios saja. Ternyata kios-kios di pasar Apung ini sudah dijual ke pedagang lain. Tidak tahu harganya berapa,” ungkap Sapia, salah satu pedagang Gedung Putih.

Disebutkan, dari sekian pedagang gedung putih yang akan direlokasi, sebagian besar belum diundi. Dan ratusan pedagang tidak tahu harus berjualan di mana.
“Kalau yang di Gedung Putih itu rencana ke pasar Apung, tapi sampai sekarang belum karena belum diundi. Katanya ada masalah kios yang sudah dibangun sudah terjual. Katanya sudah dijual dan tidak bisa masuk lagi. Dan menurut Ibu Lina yang Kabid Pemasaran itu, katanya sudah terjual 200 sekian kios, dan tinggal 114 tempat. Katanya jual ke pedagang lain, bukan pedagang Mardika. Pedagang siapa saja. Padahal, itu keputusan walikota itu gratis,” beber Sapia. (UPE)

Comment