by

DPRD Usul Kenaikan Upah Guru Kontrak

Ambon, BKA- Upah guru kontrak tingkat SMA/SMK di Maluku, dinilai belum layak. Sehingga DPRD Provinsi Maluku tengah mengusulkan kenaikan upah bagi mereka.

Selama ini, upah yang dibayarkan Pemerintah Provinsi Maluku kepada guru kontrak lewat APBD tahun anggaran 2020, hanya sebesar Rp 1.012.000 per bulan. Nilai itu dinilai belum mampu menjawab kebutuhan mereka.

Terhadap itu, Anggota Komisi IV DPRD Maluku, Hengky Pelata, lewat pembahasan Badang Anggar (Banggar) telah menyepakati dan mengusulakan, upah guru kontrak dinaikkan menjadi Rp 1,5 juta per bulan.

Memang, akuinya, ada perbedaan upah antara guru kontrak pemerintah provinsi dengan guru kontrak kabupaten/kota. Kalau upah guru kontrak kabupaten/kota itu sebesar Rp 1.015.000.

“Sehingga hal ini menjadi penting untuk dibahas Komisi IV, dan mendapat kesepakatan bersama antara Banggar DPRD dan Pemprov, untuk dinaikan sebesar Rp 485.000. Sehingga total yang diterima per bulan sebesar Rp
1,5 juta di tahun anggaran 2021,” terang Pelata, pada awak media, Senin (21/12).

Tujuan kenaikan upah itu, katanya, untuk mimicu motivasi dan semangat guru kontrak dalam mengabdi atau melaksanakan tugas.

“Hari ini, kami sebagai wakil rakyat melihat betapa gigihnya semangat para guru kontrak di SMA SMK dalam melaksanakan tugas sebagai pengajar, untuk membantu proses pendidikan di Maluku. Sehingga kami juga berharap, dengan adanya penambahan gaji mereka, dapat mengangkat semangat mereka untuk melakukan tugas pengabdian dalam mencerdasakan kehidupan anak bangsa, khsusunya di Maluku,” harapnya.

Sementara bagi guru yang mengukuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan dinyatakan lolos, Pelata berharap, agar dalam sistim pendistribusian tenaga guru yang sudah ditetapkan sebagai PNS harus dapat mempertimbangkan pada posisi awal mereka mengajar.

“Dari aspek sarana prasarana tempat tinggal mereka, nantinya tidak ada masalah lagi jika nantinya ditempatkan ditempat dimana mereka awalnya ditempatkan. Sehingga saran saya, kalau penempatan itu juga dapat dikembalikan ke sekolah-sekolah dimana mereka ditempatkan,” pungkasnya. (RHM)

Comment