by

Dua Kasus Korupsi Jumbo Ditutup

AMBON-BKA, Setelah tim penyelidik melakukan penyelidikan awal, terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator Poltek Ambon dan dugaan gratifikasi yang dilakukan Bupati Malra, M. Tamher Hanubun dan istrinya, Kejati Maluku tidak menemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum. Sehingga dua kasus jumbo tersebut di tutup.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega mengatakan, karena tidak ditemukan adanya bukti permuaan yang cukup, maka dua kasus dugaan korupsi yakni dugaan gratifikasi Bupati Malra dan istrinya serta pengadaan alat simulator Poltek Ambon ditutup.

“Jadi untuk perkara pengadaan alat simulator Poltek, setelah kita cek ternyata tidak terlambat.
Yang menjadi masalah hanya soal pelatihan, itu terlambat karena Covid-19. Dan kita tidak temukan adanya penyimpangan atau kerugian negara dalam perkara ini,” jelas Rorogo, Kamis (22/7).

Sementara untuk perkara dugaan gratifikasi Bupati Malra, kata dia, setelah penyelidik memeriksa pihak terkait dari unsur kepada dinas sebanyak 24 orang, tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan bahwa adanya perbuatan gratifikasi yang dilakukan Bupati.
“Karena kita tidak temukan adanya hal yang bertentangan dengan undang-undang, makanya kasus itu juga kita tutup,” jelas Kajati.

Terhadap dua kasus ini, lanjut Kajati, informasinya sangat menyita perhatian masyarakat Maluku, sehingga dengan adanya pernyataan resmi ditutup kasus tersebut, kiranya menjadi perhatian untuk masyarakat semua.

“Dua kasus ini, sangat menyita perhatian masyarakat Maluku. Apalagi kasus dugaan gratifikasi Bupati Malra, itu yang lapor dan demo banyak kali di kantor Kejati Maluku. Untuk itu dengan adanya keterangan resmi saat ini bisa dipahami dan diketahui bersama,” tandasnya. (SAD)

Comment