by

Dua Koruptor Repo Divonis 6 Tahun Bui

Dua terdakwa kasus korupsi Repo Bank Maluku, Idrus Rolobessy dan Izack B. Thenu, divonis 6 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (8/7).

Idrus Rolobessy merupakan mantan Dirut Bank Maluku-Malut tahun 2011-2015. Sedangkan Izack B. Thenu merupakan mantan Dirut Kepatuhan PT Bank Maluku-Malut.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyebut, kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 3 ayat (1), junto pasal 18 ayat (1) ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Mengadili, menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, dan divonis penjara selama 6 tahun,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan Cs.

Selain pidana badan, kedua terdakwa juga divonis membayar denda sebesar Rp 300 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Sedangkan yang meringankan, kedua terdakwa berlaku sopan di persidangan.

Sebelumnya, JPU Kejati Maluku menuntut Idrus Rolobessy dengan ancaman pidana selama 18 tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Ambon, 11 Juni 2021.

Sedangkan Izack B. Thenu dituntut pidana penjara selama 10 tahun.

Keduanya dijerat dalam kasus dugaan korupsi Repo Obligasi Bank Maluku dengan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas, yang merugikan negara pada Bank Pemerintah Maluku dan Maluku Utara senilai Rp 238.500.703.330.

Kedua terdakwa dinyatakan bersalah, melanggar pasal 2 ayat (1), junto pasal 18 ayat (1) ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain pidana badan, terdakwa Idris Rolobessy juga dihukum membayar denda senilai Rp 1 miliar, subsidier 6 bulan penjara. Selain itu, dia juga diharuskan membayar uang pengganti senilai Rp 229 miliar. Apabilah tidak diganti, maka dibayar dengan hukuman penjara selama 4,6 tahun.

Sementara terdakwa Izack Thenu, dihukum membayar denda Rp 1 miliar, subsidier 6 bulan. Serta harus membayar uang pengganti Rp 9,8 miliar.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU membeberkan, tahun 2011, PT Bank Maluku daerah Maluku dan Maluku Utara memiliki rencana target penerbitan dan penjualan obligasi jumbo tahap I sejumlah Rp 300 miliar.

Akan tetapi target penerbitan dan penjualan obligasi sejumlah Rp 300 miliar tersebut, tidak dapat direalisasikan karena belum ada persetujuan.

Kemudian penawaran itu disetujui, tanpa mengajukan permintaan penilaian harga tanah dan bangunan kepada Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP), maupun penilaian appraisal yang berwewenang dan tanpa adanya negosiasi.

Bank Maluku lalu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri. Yakni, seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B senilia Rp 10 miliar, telah dilunasi pada 2015.

Perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Idris Rolobessy selaku pelaksana Direktur Umum PT Bank Pembangunan Daerah Maluku secara bersama-sama dengan Izaac Baltahzar Thenu, mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara pada PT Bank Maluku Malut.

Berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian negara, atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penjualan pembelian surat-surat hutang obligasi pada kantor pusat PT Bank Pembangunan Daerah Maluku tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 nomor:SR-373/PW25/5/2020 tanggal 14 Desember 2020, sebesar Rp 238.500.703.330. (SAD).

Comment