by

Dua Pengibar Bendera RMS Divonis Bersalah

Ambon, BKA- Dua pengibar bendera RMS, masing-masing, Dominggus Saiya dan Agustinus Amos Matatula alias Agus, divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon dengan pidana penjara selama 1,6 tahun, Selasa (8/12).

Di dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Ahmad Ukayat dan didampingi Feliks R. Wuisan dan Jenny Tulak, menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 106 KUHP, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Menyatakan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana makar, serta memerintahkan agar keduanya tetap dipenjara,” tandas Ketua Majelis Hakim Ahmad Ukayat.

Sebelumnya, JPU Kejati Maluku menuntut Dominggus Saiya dan Agustinus Amos Matatula alias Agus (57), terdakwa pengibar bendera RMS di Negeri Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, dengan ancaman tiga tahun penjara dalam persidangan yang di gelar, Kamis (19/20).

Tuntutan tersebut disampaikan JPU Heru Hamdani pada sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ahmad Ukayat Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Semuel Waileruly.

JPU Heru Hamdani menilai para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana makar, sebagaimana diatur dalam Pasal 106 KUHP, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam surat dakwaan kesatu.

Dalam dakwaan, JPU menyebut, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi di halaman rumah terdakwa di Dusun Omputy, Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya, sebelum masuk dalam HUT RMS, kedua terdakwa bersama rekan-rekannya menggelar rapat membahas terkait perjuangan Dr.Alex Manuputty. Tujuannya untuk mengembalikan kedaulatan Negara Republik Maluku Selatan, dan juga kepentingan pengibaran bendera RMS pada 25 April, serta menunjukan eksistensi RMS di tanah Maluku.

Kemudian disepakati, masing-masing anggota harus mengibarkan bendera RMS di depan rumahnya pada 25 April.

Awal pertemuan itu juga, terdakwa Amos Matatula, yang tinggal di Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, menghubungi terdakwa Dominggus Saiya yang sedang bekerja di Pulau Seram untuk mengikuti rapat bersama di rumah terdakwa Dominggus di Desa Latuhalat.

Karena terhitung sejak enam bulan lalu, terdakwa Amos sudah menyerahkan bendera RMS ke terdakwa Dominggus.

Kemudian pada 25 April 2020, terdakwa Dominggus Saiya langsung mengibarkan bendera RMS di depan rumahnya. Tidak menunggu lama, anggota Polsek Nusaniwe yang mengetahui aksi terlarang tersebut langsung mengamankan kedua terdakwa.(SAD)

Comment