by

Dua Tahun, Tiang Listrik di Bursel Tak Difungsikan

BURU-BKA, Keberadaan jaringan listrik yang menjadi tanggung jawab PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, masih menjadi dambaan masyarakat di Desa Pasir Putih, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan. Sayangnya, dua tahun tiang listrik yang dibangun sepanjang desa ini, belum dialiri listrik.

Pemuda Desa Pasir Putih, Arfandi mengaku, sudah banyak masyarakat yang bertanya-tanya kapan pihak PLN akan memasang kabel listrik untuk disalurkan ke rumah-rumah warga. Padahal tiang listrik ini dibangun sejak 2019 lalu.

Baca juga: Sekda Minta Insan Pers Ikut Berperan dalam Pembangunan

“Memang sekarang sudah dibangun kabel induk di Desa Pasir Putih, kemudian tiangnya juga sudah berdiri sejak 2019 lalu. Tapi sampai sekarang aliran listrik itu belum juga sampai di Desa Pasir Putih. Bahkan sudah mau roboh gara-gara tidak pernah digunakan. Apakah tiang listrik yang dibangun hanya dijadikan hiasan desa saja,” ungkap Arfandi, kepada BeritaKota Ambon, Selasa (3/8).

Alumni mahasiswa Makassar ini menjelaskan, tiang listrik yang telah berdiri di Desa Pasir Putih itu, dari PLN Ranting Air Buaya, Rayon Namlea. Dan masyarakat setempat mendesak pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, agar lebih serius memperhatikan kebutuhan listrik di daerah-daerah.

“Saya mendesak pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara untuk perintahkan PLN Rayon Namlea, Ranting Air Buaya agar segera memasang aliran listrik ke Desa Pasir Putih. Untuk apa mau pasang tiang listrik dan kabel induk saja di desa kami, kalau tidak aliran listriknya dari PLN,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat desa sudah terlalu lama diberi harapan palsu oleh pemerintah daerah setempat. Begitupun dengan DPRD Bursel saat melakukan reses.

“Baik kampanye bupati sebelumnya, maupun bupati sekarang, menjanjikan untuk memasukan listrik di Desa Pasir Putih. Namun sampai hari ini (kemarin) belum juga ditepati. Sampai sudah pergantian bupati baru ini belum ada juga PLN yang masuk di Pasir Putih. Padahal janji yang disampaikan kepada masyarakat Desa Pasir Putih terkait masuknya PLN itu sejak 5 tahun tahun lalu (2016),” bebernya.

Jika melihat kondisi warga desa, lanjut Arfandi, sangat memprihatinkan. Karena selalu menjadi korban janji politik. Untuk itu, pemerintah dareah harus bertindak agar kebutuhan listrik di Desa Pasir Putih bisa terealisasi.

Baca juga: 125 Formasi CPNS Diperebutkan

“Padahal Desa Pasir Putih adalah salah satu desa yang paling banyak penduduknya dan merupakan basis nelayan terbesar di Kecamatan Kepala Madan. Namun tidak pernah ada perhatian pemerintah mengenai kebutuhan masyarakat Desa Pasir Putih,” sebutnya.

Ia berharap, pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara di Ambon mampu mendorong hal ini untuk kepentingan masyarakat.

“Ssaya sebagai masyarakat Desa Pasir Putih berharap, apa yang sudah dijanjikan pemerintah daerah baik melalui kampanye maupun resesnya itu harus ditepati. Untuk Kecamatan Kepala Madan, hanya kami di Desa Pasir Putih yang belum tersentuh listrik,” pesannya. (MSR)

Comment