by

Dua Terdakwa Bejat Bakal Divonis Pekan Depan

Ambon, BKA- Zeth Hermanus Likumahua (62) dan Devian Titaley (43), dua terdakwa yang dijerat dalam kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur tepatnya di Negeri Ouw, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini, akan menerima vonis majelis hakim pekan depan.
Kuasa hukum terdakwa, Dominggus Huliselan mengatakan, dipastikan vonis majelis hakim, minggu pekan depan. Pasalnya, untuk agenda pemeriksaan terdakwa sudah dilakukan beberapa hari lalu.
“Minggu depan ini akan di vonis kedua klien saya. Karena sudah pastinya, agenda penuntutan setelah jedah satu hari, bisa langsung masuk pada putusan,” ungkap Huliselan, Jumat kemarin.
Namun, lanjut dia, agendanya masih bisa saja berubah, tergantung kehadiran majelis hakim.
“Hakim ini kan perkara banyak di Pengadilan Negeri Ambon, jadi kita tunggu saja. Kalau ada waktu untuk digelar sidang ya, kita jalan,” pungkasnya.
Kasus ini, JPU Ela Ubeleuw dalam berkas dakwaannya menyebut, perbuatan bejat kedua terdakwa terjadi di waktu yang berbeda. Awalnya, pada 6 Mei 2020, terdakwa Devian Titaley, bersama keluarga dan korban pergi ke Hutan untuk patah Cengkeh. Sampai di Hutan,terdakwa meminta agar korban pergi mengambil bakul Cengkeh yang tersimpan di rumah yang berada di Hutan. Korban yang pergi ke rumah tersebut tidak mengambil bakul, namun merasa capek,lalu ketiduran di rumah hutan tersebut.

Karena menunggu lama, terdakwa memyambangi korban ke rumah Hutan, disana terdakwa malah melampiaskan napsunya kepada korban.
Sedangkan untuk terdakwa Zeth Hermanus Likumahua. Dia melakukan aksi bejatnya pada Oktober 2020 kemarin.
Pria paruh baya ini awalnya meminta korban datang ke rumahnya untuk menjenguk terdakwa yang sedang sakit. Di rumah terdakwa, malah dia mengajak korban ke kamar mandi untuk melakukan aksi tak terpuji itu.
“Kedua terdakwa disangkakan dengan pasal 81 ayat (1) Undang-Undang RI no.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI nomor 01 tahun 2016 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” pungkas JPU. (SAD)

Comment