by

Dua Terdakwa Penggelapan Dihukum Bervariasi

Ambon, BKA- Dessy Mahulette dan Ricaldo Taribuka, dua terdakwa kasus penipuan dan penggelapan cokelat Swalayan Winkel, divonis pidana penjara bervariasi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Jumat (7/8).

Di dalam amar putusan majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Hamjah Kailul Cs, memutuskan, terdakwa Dessy Mahulette divonis penjara selama tiga tahun.

Sedangkan terdakwa Ricaldo Taribuka dihukum dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan.

“Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 KUHP,” ungkap ketua majelis hakim.

Sebelumya, kedua terdakwa dituntut bervariasi oleh JPU Kejati Maluku, Secretchil E. Pentury. Terdakwa Dessy Mahulette yang merupakan Kepala gudang Swalayan Winkel di Waiheru, Kota Ambon, dituntut 5 tahun penjara, karena diduga melakukan penggelapan cokelat senilai Rp. 400 juta.

Sedangkan terdakwa Ricaldo Taribuka sebagai supir pada PT Fajar Lestari, dituntut 4 Tahun penjara, karena turut bekerjasama melakukan kejahatan.

“Terdakwa terbukti melakukan penggelapan, sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 KUHP,” kata JPU saat membacakan surat tuntutannya pada persidangan , Selasa (4/8).

Jaksa menguraikan, kasus ini bermula ketika terdakwa Ricaldo mengajak terdakwa Dessy untuk bekerjasama melakukan penggelapan di Swalayan Winkel Waiheru.

Keduanya bertemu saat Ricaldo mengantar barang ke swalayan itu. Karena memang biasanya, pihak Swalayan yang berada di Waiheru itu memesan cokelat pada perusahaan tempat Ricardo bekerja.

Atas persekongkolan mereka berdua, barang yang didatangkan ke swalayan itu tidak sama dengan jumlah barang yang dipesan. Pasalnya, sebagian barang dibawa ke tempat lain untuk dijual. Lalu keduanya membagi hasil.

Kejadian ini telah terjadi sejak November 2019, dan baru terungkap pada Maret 2020, setelah ada konsumen yang melakukan pembelian beras.

Dalam sistem tercatat ada stok. Namun ketika dicek, tidak ada barang di gudang.

Terdakwa Dessy tidak hanya melakukan penggelapan cokelat, tetapi juga penggelapan barang sembako lainnya. Seperti beras, minyak kelapa, dan kopi.(SAD).

Comment