by

Dua Tersangka Bejat di Saparua Siap Sidang

Ambon, BKA- Dua tersangka bejat masing-masing Zeth Hermanus Likumahua (62) dan Devian Titaley (43) yang melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur di Negeri Ouw, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), siap-siap di sidangkan di Pengadilan Negeri Ambon dalam waktu dekat.

Dominggus Huliselan,kuasa hukum kedua tersangka, kepada koran ini mengatakan, kedua tersangka yang dijerat dalam kasus perlindungan anak ini , dalam waktu dekat sudah naik meja sidang di Pengadilan Negeri Ambon.

Pasalnya, berkas dan kedua tersangka, penyidik PPA Polda Maluku baru saja melakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti serta berkas perkara ke JPU Kejati Maluku belum lama ini.

“Dua hari kemarin itu penyidik tahap II ke JPU Kejati Maluku, saya yang mendampingi kedua tersangka. Dan supaya diketahui, dalam waktu dekat, kedua tersangka berkasnya sudah dilimpah ke PN Ambon untuk kepentingan sidang,” pungkas Huliselan.

Untuk diketahui, perbuatan bejat kedua tersangka terjadi di waktu yang berbeda. Awalnya, pada 6 Mei 2020, tersangka Devian Titaley, bersama keluarga dan korban pergi ke Hutan untuk patah Cengkih. Sampai di Hutan, tersangka meminta agar anak korban pergi mengambil Bakul Cengkeh yang tersimpan di rumah di Hutan. Korban yang pergi ke rumah tersebut tidak mengambil bakul malah ketiduran.

Karena menunggu lama, tersangka memyambangi korban ke dalam rumah Hutan tersebut, disana tersangka malah melampiaskan napsunya kepada korban.
Sedangkan untuk tersangka Zeth Hermanus Likumahua. Dia melakukan aksi bejatnya pada Oktober 2020 kemarin.

Pria paruh baya ini awalnya meminta korban datang ke rumahnya untuk menjenguk tersangka yang sedang sakit. Di rumah tersangka, malah dia mengajak korban ke kamar mandi untuk melakukan aksi tak terpuji tersebut.

Kedua tersangka disangkakan dengan pasal 81 ayat (1) Undang-Undang RI no.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI nomor 01 tahun 2016 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.(SAD)

Comment