by

Dua Tersangka Pembunuh Firman Terancam 15 Tahun Bui

beritakotaambon.com – Terendus sudah, misteri kematian, Firman Ali alias La Tole, yang ditemukan dalam kondisi tewas pada penyangga tiang 11 Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon, sejak Kamis (19/8) kemarin.

Dari hasil penyelidikan penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, selama 21 jam, pasca ditemukan mayat korban, diketahui, pelaku pembunuh terhadap Firman adalah dua rekan yang merupakan tetangganya yang tinggal di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Kedua pelaku adalah, A (16) dan R (21). Kini penyidik telah menetapkan keduanya sebagai tersangka, serta disangkakan melanggar pasal 338 dengan ancaman 15 tahun penjara, bahkan bisa dikenakan pasal seumur hidup.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, mengungkapkan, misteri kematian korban ini diketahui setelah personel Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease yang dipimpin AKP Mido Manik, melakukan penyidikan kurang lebih 21 jam, akhirnya, menemukan penyebab kematian korban adalah perbuatan kedua tersangka, inisial A dan R.

Kapolresta mengaku, awalnya korban dijemput kedua tersangka menggunakan kendaraan roda dua, mereka bonceng bertiga pergi ke salah satu rekan di Hotel Sahabat kawasan Kecamatan Sirimau.
“Sampai di sana, mereka mengkonsumsi miras. Namun ada salah paham. Korban menegur temannya (tersangka) berkata, seperti anak kampung yang baru melihat lampu. Karena salah satu temannya bermain saklar lampu yang menyebabkan mati menyala seperti lampu di tempat hiburan diskotik,” ujar Kapolresta, di Mapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, kepada wartawan, Jumat (20/8).

Simatupang mengaku, dari perkataan itu, tersangka A kesal. Selain tersangka A, rekannya R (tersangka), juga kesal dengan korban kerap menolak meneguk miras saat gilirannya.
Selanjutnya, dua tersangka dan korban cek cok mulut dari dalam kamar hotel hingga berlanjut di sepanjang perjalanan pulang menuju tempat tinggal mereka.

Baca juga: Polresta Ambon Usut Kematian Firman

Di atas JMP (TKP), mereka berhenti dan kembali adu mulut. Korban lalu dianiaya oleh kedua tersangka. Digebuk berulang kali, korban langsung jatuh pingsan.

Melihat korban tidak sadarkan diri, tersangka R berinisiatif untuk menghilangkan jejak korban. R dan A lalu membuangnya dari atas JMP, berharap agar korban tenggelam di dalam laut bawah JMP.

“Niatnya tubuh korban jatuh ke Air laut, namun nyangkut di salah satu tiang di bawah JMP,” paparnya.

Usai melakukan aksi tak terpuji itu, lanjut Simatupang, kedua tersangka melarikan diri ke Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

“Usut punya usut, jejak kedua tersangka diketahui hingga akhirnya ditangkap petugas polisi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasca ditemukan Firman, tewas di bawah tiang 11 Jembatan Merah Putih (JMP),dengan jarak sekitar 50 meter dari pantai Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease bergerak melakukan penyelidikan terhadap rekan korban.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia, mengatakan, penyebab kematian pria 20 tahun, yang tinggal di depan Asrama Haji Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, ini, masih diselidiki.

Sebab, menurut keterangan ibu korban, korban sempat minum minuman keras bersama tiga rekannya. Setelah itu mereka keluar rumah tidak tahu kemana.

Kata Leatemia, ibu korban sempat melarang mereka keluar rumah, namun larangan ibu korban tidak dihiraukan mereka.

“Namun, ibu korban tidak mengenal rekan korban itu, karena baru pertama kali datang ke rumah korban,” ujar Leatemia, Kamis (19/8).

Maka dari itu, untuk saat ini, penyidik sedang melakukan penyelidikan terhadap rekan korban. “Semoga dalam waktu dekat, penyebab kematian ini bisa diketahui,” harapnya.

Lanjut perwira Polri ini, diketahui, mayat korban ditemukan Kamis (19/8), sekitar pukul 10.30 WIT, dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tubuh terlentang menggunakan baju kaos/sweater warna hitam dan celana panjang jeans warna biru.

“Awalnya, saksi, Remon Sulilatu, pendayung jasa perahu Galala-Rumahtiga menerangkan, saat pagi itu, dia membawa penumpang dengan perahu dari Galala menuju Pohon Mangga Desa Rumahtiga, setelah selesai mengantar penumpang, saksi kembali ke arah Galala, namun dipertengahan JMP, saksi melihat pada tiang JMP seperti ada sesosok orang yang sementara tidur terlentang di bawah tiang JMP tersebut,” katanya.

Baca juga: Pemuda Poka Didakwa Pakai Narkoba

Leatemia melanjutkan, Pria 48 tahun ini kemudian melaporkan hal ini kepada masyarakat sekitar, sehingga sekitar pukul 10.46 WIT, personil Polsek Teluk Ambon tiba di TKP yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Teluk Ambon, Iptu Jounanda W. Kusno.

“Selanjutnya, petugas mengevakuasi mayat ke Rumah Sakit Bhayangkara Tantui,” jelasnya. (SAD/IAN)

Comment