by

Dugaan Konspirasi Lelang Proyek Asrama Haji

Dugaan konspirasi tercium pada lelang proyek perencanaan revitaliasi dan pengembangan asrama haji, dengan nilai proyek sebesar Rp 2 miliar.

Proyek milik Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku itu dinilai tidak transprans. Terutama saat Pokja dan PPK melakukan pembatalan tender pertama, yang diikuti oleh tiga perusahaan. Padahal pemenangnya sudah ditentukan berdasarkan Berita Acara Hasil Pemenang (BAHP).

Kemudian dilakukan tender ulang. Namun pada tender ulang itu, dua perusahaan yang secara teknis tidak lolos pada tender pertama, dimasukkan kembali oleh PPK secara diam-diam dalam proses tender kedua itu.

“Kami simpulkan, bahwa pelelangan perencanaan asrama haji Maluku, tidak transparan alias ada permainan kong kalikong yang terstruktur, antara pemilik proyek dalam hal ini PPK atau Pimpro dan Pihak POKJA UKPBJ Kanwil Kemenag Maluku,” ungkap Bos PT. Genta Prima Pertiwi,sekaligus KSO dengan CV Kinami, Saiful Tutupoho pada koran ini via selulernya, kemarin.

Apabila terbukti, lanjut Tutupoho, pihaknya akan menindaklanjuti hal itu ke LKPP dan Irjen Kementerian Agama RI. Bahkan akan membuat laporan tertulis ke pihak Kejati Maluku dan Polda Maluku, untuk mengusut pihak-pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses evaluasi tersebut, dalam hal ini KPA, PPK, dan POKJA UKPBJ Kanwil Kemenag Maluku.

Selaku peserta lelang yang dirugikan atas dugaan konspirasi pihak Pokja dan PPK, Tutupoho juga mempertanyakan hasil proses tender kedua, yang telah berjalan empat bulan, namun belum ada kepastian pemenang.

Dia menuturkan, dari hasil evaluasi lelang tahap pertama, ada tiga perusahan yang dinyatakan lolos teknis. Yakni, PT Parahyangan Putra Cemerlang (70,17), PT Genta Prima Pertiwi KSO CV. Kinami (71,84), serta PT Arci Pratama Konsultan (71,17).

Namun hasil skor akhir evaluasi, Pokja memenangkan PT Genta Prima Pertiwi KSO CV Kinami dengan skor (76,87), kemudian PT Parahyangan Putra Cemerlang dengan (76,14), dan PT Arci Pratama Konsultan (75,16).

Ironisnya, tanpa alasan yang jelas, pihak Pokja dan PPK kembali melakukan evaluasi ulang, dengan memasukan dua perusahan yang sebelumnya telah digugurkan, yakni, PT Nusantara Citra Konsultan dan PT Tatas Spectra.

Akibatnya, terjadi pergeseran skor. Skor tertinggi diraih PT Parahyangan Putra Cemerlang (74,99), sedangkan PT Genta Prima Pertiwi (73,52).

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka harus melakuka evaluasi ulang dan tidak ada penjelasan apa-apa dari panitia. Apa alasan mereka. Tapi anehnya, kenapa panitia kembali libatkan dua perusahan siluman yang jelas-jelas telah digugurkan secara tehknis sejak awal. Waduh ini ada yang tidak beres dari panitia,” ujarnya.

Untuk itu, tutupoho menduga, ada konspirasi dalam pelelangan tersebut. “Kami minta penjelasan dari Pokja UKPBJ Kanwil Agama Maluku, terkait dengan hasil evaluasi ulang dokumen teknis dari ke empat perusahaan, masing–masing, PT Parahyangan Putra Cemerlang, PT Genta Prima Pertiwi, PT Nusantara Citra Konsutan dan PT Tatas Spektra,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid PHU Kanwil Kemenag Maluku, Hi Yamin, selaku PPK, yang ingin dokonfirmasi terkait hal itu, tidak merespon panggilan via seluler.(RHM)

Comment