by

Dugaan Korupsi DD Tobo Naik Penyidikan

Ambon, BKA- Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dana Desa (DD) Tobo, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), pada tahun 2016, 2017, 2018, kini naik status menjadi penyidikan.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Seram Bagian Timur (SBT), Muhammad Ilham, kepada awak media, usai memberikan materi pada dialog publik yang di gelar Gerakan Pemuda Islam (GPI) SBT, di Caffe Sigafua, Kota Bula, Kamis (21/1).

“Tobo sekarang, hasil ekspos kami sepakat dengan tim untuk ditingkatkan ke penyidikan,” ungkap Ilham.

Lanjutnya, ketika sudah di penyidikan, berarti penyidik sudah bisa melakukan upaya-upaya paksa. “Tindakan penyidikan berarti sudah ada upaya-upaya paksa disitu. Tinggal tunggu saja nanti. Entah, itu bisa melakukan penahanan, penyitaan barang bukti. Itu sudah bisa kita lakukan,” ucapnya.

Kata Muhammad, di tingkat penyidikan ini sudah bisa ditentukan siapa tersangkanya. “Ini orang saya sudah lacak. Saya sudah pegang nomor hpnya,” kata Muhammad.

Dirinya meminta tim Jaksa dapat melakukan penyidikan secepatnya terhadap NA, yang merupakan mantan caretaker Desa Tobo. “Saya sih minta, tim jaksa bisa rampung tepat waktu. Karena sesuai aturan internal kita, waktu yang diberikan itu 30 hari. Mudah-mudahan bisa rampung dalam waktu itu,” kata Muhammad.

Muhammad pun mengharapkan kerja baik yang dilakukan timnya. Bahkan, dia beriktiar untuk tidak ada kendala atau halangan apapun.

“Mudah-mudahan tim saya bekerja dengan baik, dan tidak ada halangan kan. Karena ada faktor yang kadang menghambat juga,” katanya.

Untuk diketahui, dugaan korupsi DD yang dilakukan mantan caretaker Desa Tobo, NA, dilakukan secara berturut-turut. Mulai dari tahun 2016, 2017 dan tahun 2018. Dugaan korupsi DD tahun 2016 dengan jumlah anggaran senilai Rp 773 juta, sebagian kegiatan belum dikerjakan alias fiktif.

Sementara tahun 2017 juga demikian, dengan total anggaran sebesar Rp 915 juta. Beberapa kegiatan seperti pembangunan Polindes, lapangan voli belum tuntas pekerjaan hingga kini. (Sof).

Comment