by

Dugaan Korupsi Rp 18 Miliar Setda SBB, Kejati Dalami Peran Saksi

Tim penyidik Kejati Maluku tengah mendalami sejumlah bukti, kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2016, senilai Rp 18 miliar.

Selain itu, penyidik juga tengah mendalami peran setiap saksi, yang diduga terlibat dalam penggunaan dana Rp 18 miliar di kasusu itu.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi, mengatakan, tim penyidik saat ini tidak mau terburu-buru dalam penyidikan kasus tersebut. Sebab ada sejumlah keterangan saksi yang sudah diperiksa, kini dalam pendalaman tim penyidik.

“Jadi jaksa tidak buru-buru soal periksa saksi lagi atau tidak. Karena peran-peran saksi-saksi yang sudah diperiksa itu, kini dipelajari penyidik,” ungkap Wahyudi, Rabu (2/6).

Jika semua bukti telah dipelajari, terangnya, maka penyidik akan menentukan langkah selanjutnya. Apakah masih dilakukan pemeriksaan saksi tambahan, atau bisa saja menentukan pihak yang dinilai harus bertanggungjawab di kasus tersebut.

“Tapi nantilah. Itu urusan tim penyidik. Prinsipnya, kita tunggu saja progres ke depan. Apalagi yang dilakukan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam mengungkap kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2016, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku telah menggarap Sekertaris Daerah (Sekda) SBB, Mansyur Tuharea.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Wahyudi, mengungkapkan, setelah status kasus itu ditingkatkan ke penyidikan, penyidik langsung bergerak cepat menggarap Sekda SBB.

Bahkan pemeriksaan itu, kata Wahyudi, sudah dilakukan sebelum lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah lalu. “Sekda sudah diperiksa sebelum masuk lebaran. Info ini sesuai konfirmasi dari Kasi Dik, yang memeriksa langsung saksi (Sekda),” katanya, Senin (31/5).

Menurutnya, pemeriksaan terhadap kasus dugaan korupsi itu masih terus berlangsung. “Progres penyidikan masih terus berlangsung. Jadi ikuti saja prosesnya,” tandas Wahyudi.

Sumber penyidik di Kejati Maluku mengaku, pada Sekda SBB itu, penyidik mencecarnya dengan puluhan pertanyaan. “Pemeriksaan terhadap Sekda dengan puluhan pertanyaan. Dia juga diperiksa seputaran tanggungjawabnya sebagai KPA dalam anggaran Rp 18 miliar tersebut,” jelas sumber penyidik tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Maluku tengah membidik kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Setda SBB tahun anggaran 2016, senilai Rp.18 miliar.
Bahkan dari informasi yang diterima BeritaKota Ambon, Kejati Maluku telah melakukan gelar perkara untuk menaikan status kasus tersebut, dari penyelidikan ke penyidikan.

Asisten Intelijen Kejati Maluku, Muji Martopo, yang dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. “Iya benar. Kasus tersebut adalah kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung di Setda SBB. Statusnya sudah naik penyidikan,” akui Martopo, Jumat (28/5).

Untuk saat ini, lanjutnya, berkas perkara ini tengah dilakukan proses audit oleh BPKP Maluku. “Ikuti saja semua pentahapan yang dilakukan. Karena perkara ini juga kita sudah koordinasi bersama auditor BPKP untuk audit,” tandasnya. (SAD).

Comment