by

Dugaan Mark Up Jembatan Wai Ipe dan Saiya

Pengerjaan Jembatan Wai Ipe di Desa Laemo dan Jembatan Saiya di Desa Lakaba, Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah, berbau mark-up.

Kedua jembatan itu merupakan proyek milik Balai Jalan Dan Jembatan Nasional (BPJN) Maluku dan Maluku Utara, yang dikerjakan oleh PT. Wali Hawila Octerica (WHO) dengan anggaran Rp 26.359.292.000 dari APBN 2020.

Seharusnya, kedua proyek yang dikotrak sejak 17 Ferbuari 2020 lalu itu, seharusnya sudah rampung dikerjakan sejak 5 Agustus 2020, yang kemudian diperpanjang lagi dengan addendum hingga 30 Maret 2021.

Namun hingga sekarang, kedua proyek jembatan puluhan miliar rupiah itu belum juga rampung dikerjakan. Kalau pun rampung, kualitas kedua jembatan itu dipertanyakan karena pembangunannya diduga menggunakan tiang sisa proyek lain.

Kepada BeritaKota Ambon, sumber terpercaya yang enggan namanya dikorankan, Kamis (8/4), mengungkapkan, pekerjaan kedua jembatan tersebut sangat diragukan keutuhan konstruksinya, karena memakai tiang pancang bekas.

“Kenapa saya bilang pengadaan tiang ada mark-up-nya, karena tiang pancang yang baru harga satuannya pertiang Rp 3.113.000, untuk harga tiang pancang bekas harga satuan lebih murah,” ujar sumber.

Selain itu, katanya, beton yang dipakai nerkisar VC 15 dan VC 30. Sehingga sangat ditakutkan, penahan beton setebal ini jika memakai tiang bekas, maka kualitas pekerjaannya sangat diragukan. Usia kedua jembatan itu pun tidak lama.

“Saya sangat ragu dengan mutu dan kualitas kerjanya, mengingat awal RAB yang dipakai, panjang jembatan 936 meter dengan tiang panjang sebanyak 153 buah. Tapi ditengah pekerjaan, karena tidak selesai pada masa kontrak, maka dilakukan CCO dari panjang jembatan 396 meter menjadi 1.224 meter lari, sehingga membutuhkan tiang pancang sebanyak 215,” jelasnya.

PPK pada Balai Jalan Dan Jembagan Nasional (BPJN) Maluku dan Maluku Utara, Gilang, ketika dikonfirmasi terkait hal itu, mengatakan, tiang pancang baja yang digunakan untuk pembangunan kedua jembatan itu sudah sesuai spesifikasi.

“Terkait hal itu, sudah pernah kami klarifikasi sebelumnya. Dan kami nyatakan, bahwa tiang pancang baja yang kami gunakan, sudah sesuai spesifikasi, baik terkait bahan dan dimensi,” singkat Gilang, melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/4).(BTA)

Comment