by

Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Leitisel

beritakotaambon.com – Dugaan pembalakan liar atau penebangan liar, terjadi di hutan sekitar Negeri Hatalai, Kilang dan Ema, Kecamatan Leitimu Selatan (Leitisel) Ambon. Aksi ini bahkan sudah terjadi berulang kali, sehingga warga meminta aparat penegak hukum untuk memproses para pelaku penebangan kayu ilegal ini.

Kawasan hutan di Kecamatan Leitisel ini, memang agak sepi karena agak jauh dari pemukiman warga. Meski sudah banyak tanda larangan penebangan kayu karena masuk kawasan lindung, aksi pembalakan kayu masih terjadi.

Salah satu warga Naku, Kecamatan Leitimur Selatan bernama Wilhelm J F Polway, kepada media ini mengaku, peristiwa ini sudah berlangsung sejak tahun 2020 lalu. Bahkan saat ini, hasil penebangan kayu yang dilakukan masih berada di sekitar kawasan jalan Negeri Ema.

Baca juga: Walikota : Pembangunan Kota Ambon Belum Ideal

“Lokasi oprasinya terdapat disepanjang hutan milik masyarakat Hatalai, Kilang, Ema. Tiap kali angkut ke Somel Itu sekitar 5 sampai 7 kubik kayu dan sudah dalam bentuk kayu Sualap,” terang Polway, Kamis (9/9).

Ia menyebutkan, peristiwa pembalakan ini terjadi secara berulang kali, bahkan pernah dilidik oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, dalam hal ini Polsus.

“Saya melaporkan ke Dinas Kehutanan (Polsus) dengan bukti laporan, dan saya diminta foto kayunya yang diletakan di jalan mata Ema diatas SMK Kelautan,” jelasnya.

Dikatakan, kayu-kayu tersebut dijual pelaku berinisial HG. Dirinya bahkan meminta agar Dinas Kehutanan Maluku untuk lebih serius menyikapi persoalan ini.

Baca juga:
Pemkot Tunggu Pansel Setkot dari Pemprov

“Pertanyaannya, apakah memang pemerintah memberikan ijin kepada pelaku, untuk melakukan penebangan pohon di kawasan hutan di Leitisel. Sementara terdapat banyak papan larangan disepanjang daerah Leitisel,” tukasnya. (UPE)

Comment