by

Dukung Aksi VGE, Fatlolon Akan Kawal Kasus Korupsi

beritakotaambon.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon, berjanji akan mengawal beberapa kasus dugaan korupsi yang terjadi di kabupaten itu.

Janji itu disampaikan Fatlolon sebagai dukungan terhadap aksi yang dilakukan Vocal Group Emperan (VGE), di Kantor DPRD KKT, Senin kemarin.

“Saya akan terus berada di depan bersama kita semua, demi kemajuan Tanimbar tercinta,” ungkap Fatlolon, pada grup WhatsApp Gerakan PF dua periode, Senin (13/9).

Sebagai orang nomor satu di Bumi Duan Lolat itu, Fatlolon meminta seluruh masyarakat untuk turut mendukungnya menjaga keamanan dan ketertiban, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) di masa pandemi Covid-19.

Walau demikian, dia meminta seluruh paratur pemerintahan di KKT untuk tetap semangat, bekerja, dan melayani dengan tulus, ikhlas dan tanpa pamrih.

Bupati Petrus mengatakan, sebagai orang Tanimbar yang mengabdi dengan tulus hati bagi kemajuan daerah, harus senantiasa melandaskan segala pengabdian kepada Tuhan, agar Tanimbar selalu dilindungi dan diberkati.

“Tidak semua yang kita baca dan tidak semua kebenaran harus dipublikasikan. Tetap berdoa untuk Tanimbar, agar selalu dilindungi dan diberkati,” ungkap Fatlolon.

Sebelumnya diberitakan, aksi solidaritas damai Vocal Group Emperan (VGE) yang inggin menyampaikan aspirasi di DPRD KKT, berlangsung ricuh.

Para pendemo yang telah mendapat izin resmi dari Polres setempat, nyaris bentrok dengan petugas Satpol PP, Senin (13/9).

Data yang diterima koran ini, awalnya para pendemo emperan ini bertolak dari titik kumpul di depan Saumlaki Town Square (Satos) menuju ke DPRD KKT yang terletak di jalan Ir. Soekarno. Namun setibanya di depan jalan masuk kantor wakil rakyat itu, mereka dihalangi sejumlah pria berpakaian preman yang mengaku sebagai petugas Satpol PP setempat.

Adu mulut hingga saling dorong pun tak bisa dihindari. Beruntung, tidak terjadi bentrokan antar kedua belah pihak.

Baca juga: Mantan Kadinsos Buru Kembalikan Randis Rusak

Setelah melalui koordinasi yang cukup alot, akhirnya situasi kembali aman terkendali. Para pendemo langsung didatangani pimpinan dan anggota DPRD KKT di pintu masuk. Mereka kemudian dipersilahkan masuk ke ruang sidang utama DPRD, guna menyampaikan tuntutan dari aksi tersebut.

Dalam tatap muka itu, Koordinator Demo Defota Rerebain, menyampaikan 12 poin tuntutan. Diantaranya mendukung penuh Bupati KKT Petrus Fatlolon dalam upaya memerangi Tipikor di lingkup Pemda KKT. Dukungan juga diberikan bagi Kapolres AKBP. Romi Agusriansyah, serta Kejari MTB Gunawan Soemarsono, bersama jajaran dalam penegakkan supermasi hukum pada berbagai kasus Tipikor yang dilaporkan.

Kemudian meminta untuk segera lakukan penetapan tersangka kasus Rp9,3 miliar, usut tuntas korupsi dana covid-19 tahun 2020. Selanjutnya meminta pengungkapan kasus nepotisme pada ULP dan Pokja pengadaan barang dan jasa, lantaran dari praktek itu banyak proyek yang mangkrak di Tanimbar.

“Secepatnya menetapkan tersangka pada kasus paket-paket proyek seperti Trans Fordata, Siwaan, Trans Seira, Air Bersih Meyano Das, Danau Lorulung, Tugu Amtufu, Drainase Ir.Soekarno,” tandas Rerebain.

Dirinya bahkan tak tanggung tanggung menyampaikan tuntutan lainnya, yakni meminta Bupati KKT untuk mencopot Inspektur Daerah Jeditha Huwae, karena dianggap lemah dalam melakukan fungsi pengawasan. Bahkan Huwae dituding kuat melindungi praktek KKN yang terjadi selama menjabat. “Kami mendorong Kejari MTB, agar segera menetapkan tersangka dana hibah dan bansos,” lanjutnya.

Usai aksi, Rerebain, kepada media ini mengungkapkan, dalam pertemuan bersama DPRD itu, Kapolres Romi Agusriansyah berjanji dan menegaskan, bahwa dalam pekan ini akan menetapkan tersangka untuk kasus Rp9,3 miliar yang sementara ini bergulir. (BTA)

Baca juga: Pizza Kini Hadir di Indomaret

Comment