by

Dukung Kejati Tuntaskan Kasus Speedboat

AMBON-BKA, Masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mendukung penuh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, dalam menuntaskan kasus speedboad dilingkup Dinas Perhubungan Kabupaten MBD.

Dukungan itu disampaikan salah satu tokoh muda Kabupaten MBD, Fredi Moses Ulemlem, lewat surat terbuka yang disebarkan di berbagai media. Baik media sosial maupun media cetak.

Ulemlem menuturkan, terdapat enam point harapan masyarakat Kabupaten MBD yang ditujukan kepada Kejati Maluku, sehubungan dengan pemeriksaan berkas kasus korupsi pengadaan empat unit speedbood MBD, yang telah dilimpahkan oleh pihak Polda Maluku kepada Kejati Maluku.

Enam point tersebut, yakni, pertama, semua elemen masyarakat MBD, bahkan publik Maluku pada umumnya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Kejaksaan Tinggi Maluku yang sudah berkerja dengan baik, sehingga tersangka dugaan kasus pengadaan empat untuk speedbood telah proses dengan baik.

Baca juga: Jaksa Sebut Eksepsi Koruptor Taman Kota Masuk Pokok Perkara

“Kedua, semua elemen masyarakat MBD serta publik merasa masih ada yang kurang, karena setelah penetapan tersangka dan pemeriksaan dilakukan terhadap tersangka, mestinya tersangka dapat ditahan oleh pihak Kejati Maluku, setalah dilimpahkan dari pihak Kepolisian kepada Kejati Maluku,” terang Ulemlem, dalam rilis yang diterima media ini, Kamis (5/8).

Ketiga, tidak ada maksud dan tujuan lain dari harapan adanya penahanan terhadap tersangka. Akan tetapi supaya ada rasa keadilan bagi semua warga negara. “Sebagaimana yang kita ketahui bersama, jika seseorang ditetapkan sebagai tersangka, maka harus ditahan,” lanjutnya.

Keempat, harapannya agar tidak ada penilaian dari publik, bahwa seolah-olah ada tebang pilih dalam menyelesaikan suatu kasus tindak pidana. “Hukum harus benar-benar tajam keatas dan tajam kebawah. Artinya, jika orang atau warga negara lain ditahan karena diduga kuat terlibat dalam suatu tindak pidana, maka hal yang sama juga dilakukan terhadap tersangka Kasus pengadaan speebood,” ujarnya.

Kelima, semua elemen masyarakat MBD, bahkan publik, mendukung penuh semua kerja nyata yang dilakukan oleh pihak Kejati Maluku.

“Keenam, korupsi menjadi musuh negara, musuh kita bersama seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Sehingga harus diproses sesuai peraturan yang berlaku, tanpa memandang bulu,” tegas Ulemlem.

Advokad muda itu berharap, Kejati Maluku secepatnya mengambil langkah selanjutnya, terkait tersangka kasus speedboad di Dinas Perhubungan Kabupaten MBD 2015 lalu itu.

Baca juga: Terdakwa Perusak Hutan Adat Sabuai Dihukum

“Surat terbuka kami buat dan disampaikan kepada bapak Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, sebagai bentuk dukungan masyarakat MBD kepada pihak Kejati, dalam menuntaskan kasus speedboad. Atas perhatian dan kerja samanya yang baik, kami masyarakat MBD mengucapkan terima kasih,” tutup Ulemlem.(LAM)

Comment