by

Dukung Vaksinasi, Desa Poka Gelar Sosialisasi

Ambon, BKA- Pemerintah desa Poka, kecamatan Teluk Ambon menggelar Sosialisasi vaksinasi Covid-19.

Pemdes Poka bekerja sama dengan puskesmas Poka-Rumah Tiga untuk menggelar sosialisasi. Sosialisasi bertujuan untuk mengedukasikan kepada masyarakat agar mau divaksin. Dalam sosialisasi juga dijelaskan tahapan mekanisme vaksinasi yang dimulai dari tenaga medis, aparatur negara, tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan masyarakat.

“Bekerja sama dengan puskesmas Poka-Rumah Tiga kami gelar sosialisasi mengenai vaksin Covid-19. Tujuan dari sosialisasi ini untuk mengedukasikan kepada masyarakat Poka tentang kegunaan vaksin ini. Pemateri sosialisasi yaitu Dokter Ikram dari puskesmas Poka-Rumah Tiga bersama mantri dan suster yang ada. Dalam kesempatan ini juga saya selaku pejabat memberikan arahan bahwa vaksin dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Kami juga menjelaskan tahapan mekanisme vaksin yang dimulai dari tenaga medis, pekerja pemerintahan, tokoh agama barulah kepada masyarakat,” pungkas Erick van Room pejabat desa Poka.


Sosialisasi pertama dilakukan untuk RT/RW setempat. Pemdes berencana melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah warga. Sebelum dilakukan vaksinasi diakui akan ada pemeriksaan kesehatan. Tidak semua kategori usia bisa mengikuti vaksinasi, karena ada beberapa persyaratan yang berlaku.

“Kami lakukan sosialisasi pertama ini kepada RT/RW setempat. kami juga berencana terus melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah warga agar warga mau divaksin. Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui penyakit bawaan yang diderita warga sebelum dilakukan vaksinasi. Beberapa persyaratan juga berlaku. Misalnya ibu hamil dan menyusui tidak divaksin. Batasan usia yang boleh divaksin yaitu usia delapan belas hingga lima puluh sembilan tahun,” tambahnya.

Pemdes juga turut melibatkan babinsa dan babhinkatibmas dalam sosialisasi vaksin. Serka Hartono selaku babinsa desa Poka mengakui, warga menolak divaksin akibat berita hoax yang tersebar disosial media. “Berdasarkan pemantauan kita dilapangan, warga takut divaksin akibat melihat berita hoax yang sudah tersebar. Untuk itu kami babinsa, babhhinkatibmas serta pemdes Poka akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Tidak semua warga menolak adanya vaksin, sebagian warga mau divaksin,” pungkas serka Hartono babinsa desa Poka.

Pemdes berharap dengan adanya giat sosialisasi yang dilakukan, bisa membuat warga mau divaksin.”Kami menghimbau bagi warga Poka agar wajib divaksin. Hal ini merupakan upaya pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi pandemi ini. Jika tidak ingin divaksin maka akan berdampak kepada orang lain yang sudah divaksin. Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk sama-sama menikuti vaksinasi yang akan dilaksanakan ini,” tutup Erick van Room. (BKA-1)

Comment