by

Duta Prokes Tergantung Ijin Orangtua

Ambon, BKA- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk menjadikan siswa sebagai Duta Protokol Kesehatan (Prokes), sebaiknya mendapat ijin dari orangtua siswa. Sebab, hal tersebut berkaitan erat dengan masalah kesehatan maupun keselamatan mereka.

Kepala SD Negeri 1 Galala, Daniel Erupley, mengatakan, mendukung rencana Pemkot Ambon tersebut. Namun hal itu dikembalikan lagi kepada orangtua siswa, mereka setuju atau tidak anaknya menjadi Duta Prokes.

“Karena kita sendiri belum mendapatakan informasi soal Duta Prokes ini. Tapi kalau benar itu kebijakan pemkot, tetap sekolah mendukung itu, sepanjang membawa dampak positif bagi upaya putuskan penyebaran virus corona di Kota Ambon. Yang terpenting adalah, meminta ijin kepada orangtua dulu. Kalau orangtua tidak ijinkan, juga sulit. Karena soal duta ini kan juga berbicara apakah berdampak kepada anak atau tidak. Sebenarnya itu yang penting untuk disampaikan kepada orangtua, bahwa sekalipun duta ini penting, tapi dikembalikan lagi kepada orangtua,” ujar Erupley, Kamis (10/12).

Terkait tugas dan tanggungjawab Duta Prokes, menurutnya, tidak terlalu memberikan dampak bagi siswa, jika hanya pada lingkungan masing-masing. Yang perlu dipertimbangkan, jika mereka ditugaskan pada tempat-tempat umum atau luas.

“Kalau menurut saya, itu bisa saja. Hanya saja kita belum tahu teknis pelaksanaannya nanti. Kalau benar itu dilakukan, baiknya dikoordinasikan dengan sekolah juga orangtua dulu. Karena anak-anak juga harus menjaga keselamatan. Tapi selama itu baik, ya dilakukan saja. Yang terpenting, anak-anak ini diberikan ijin dulu dari orangtua. Karena kalau bagi saya, kalau orang tua mendukung dengan memberikan anaknya jadi duta, baru kebijakan ini bisa jalan. Ini persoalannya. Yang pasti, sekolah tetap dukung, tapi yang pertama perlu izin orangtua dulu,” katanya

Jika orangtua menyetujui hal tersebut, selanjutnya dia meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon dapat mengatur teknis pelaksanaannya secara baik, karena yang menjadi duta ini adalah anak-anak.

“Kalau bisa, mereka disiapkan dengan baik. Agar dalam jalankan tugas sebagai duta, tidak menyalahi protokol itu sendiri. Ini kan anak-anak, jadi diharapkan juga, mereka didampingi untuk memastikan mereka jalankan tugas dengan lancar, tanpa terkena virus,” harap Erupley. (LAM)

Comment