by

Edar Narkoba, Dua Mahasiswa Diadili

Ambon, BKA- Dua mahasiswa di salah satu Universitas di Kota Ambon harus duduk di kursi pesakitan, karena menggunakan narkoba.

Keduanya yakni Geoviano Fernando Pinontoan (19) dan Renno Pattiasina.
Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Jenny Tulak dibantu Felix Wiusan dan Ismail, serta para terdakwa didampingi penasehat hukumnya Marthen Fordatkosu dibuka dengan mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Selasa (28/7).

JPU Fitria Tuahuns menguraikan, para terdakwa tertangkap di Rumah terdakwa Geovani di Tanah Tinggi RT 004 Rw 005 Kota Ambon pada Senin tanggal 30 Maret 2020 sekitar Pukul 21.00 WIT.

Awalnya bermula ketika tim dari Dirnarkoba Polda Maluku melakukan penangkapan terhadap terdakwa Arnold Elon Defert Miru.

Dalam keterangannya, dia mengatakan mendapatkan ganja tersebut dari terdakwa Geovani (berkas terpisah), dengan cara membeli dengan Harga Rp 100.000.

Setelah itu, tim langsung bergerak melakukan penangkapan terhadap para terdakwa. Saat penangkapan, terdakwa Giovanni menyerahkan ganja yang disimpan dalam kaleng rokok surya di lemari kayu warna hitam.

Dalam kaleng tersebut, terdapat 18 paket ganja seberat 19,83 gram. Dari keterangan terdakwa Giovani, ia mendapatkan ganja tersebut dari terdakwa Renno Pattiasina.

Ganja tersebut dibeli terdakwa Renno secara online. Dimana, pada 26 maret 2020, terdakwa Renno memberitahu Geovani bahwa paket ganja tersebut sudah datang. Mereka berencana ke rumah terdakwa Geovani untuk memakai ganja bersama-sama.

Mereka lalu menggunakan ganja tersebut bersama-sama di rumah terdakwa Geovani. Bahkan sehari sebelum penangkapan, mereka sempat menggunakan ganja tersebut di belakang Hotel Manise. Setelah menggunakan bersama-sama, terdakwa Renno langsung menitipikan ganja tersebut di rumah terdakwa Geovani.

“Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melangar pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP serta pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tandas JPU.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU. Penasehat hukum terdakwa Marthen Fordatkosu tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU, sehingga sidang dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi. (SAD)

Comment