by

Eks Anggota Satpol PP Cabul Tunggu Sidang

Setelah berkas perkara tersangka MHTP alias Dody (40), dilakukan tahap II ke Kejari Buru, dalam waktu dekat, tim jaksa penuntut umum Kejari Buru akan melimpahkan berkas perkara eks Anggota Satpol PP Kabupaten Buru ini ke Pengadilan Negeri Namlea untuk kepentingan sidang.

“Dalam waktu dekat, tersangka sudah diadili di Pengadilan, karena jaksa penuntut umum sedang menyiapkan berkas perkaranya untuk dilimpah ke Pengadilan,” ungkap Kasi Intel Kejari Buru, Jongker Az Orno kepada koran ini, Minggu kemarin.

Menurutnya, berkas perkara tersangka, sejak Jumat 7 Mei lalu, penutut umum, baru saja menerima berkas tahap II dari penyidik Satreskrim Polres Buru.

“Karena berkas sudah tahap II beberapa minggu lalu, jadi kita pastikan limpah ke pengadilan dalam waktu dekat untuk sidang,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Pulau Buru menyerahkan tersangka dan berkas perkara (Tahap II), kasus persetubuhan anak di bawah umur, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Jumat (7/5).

Tersangka persetubuhan anak di bawah umur yakni, MHTP alias Dody (40), merupakan mantan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buru.

Penyidik Polres Pulau Buru, Bripda M. Syafri B. Holle mengatakan, tersangka merupakan warga Dusun Sehe Belakang Pompa Bensin, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

“Ini sudah tahap II, jadi kami selaku penyidik, menyerahkan tersangka dan barang bukti ke rekan-rekan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Buru,” kata Bripda Syafri kepada BeritaKota Ambon, saat ditemui di kantor Kejari Buru.

Dia menjelaskan, berkas tahap II yang dilimpahkan itu, setelah jaksa penuntut umum Kejari Buru menyatakan berkas tersangka lengkap atau P21. Sehingga penyidik Satreskrim Polres Buru melakukan tahap II.

“Tersangka ini sebagai tetangga korban, karena mungkin keseringan melihat korban bermain, sehingga menimbulkan rasa nafsu untuk menyetubuhi si anak ini,” tuturnya.

Kemudian, dia menyatakan, dari kedekatan korban dan tersangka inilah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan perkara ini dilaporkan oleh saksi, pada 2 Februari 2021 lalu.

“Dalam perkara ini, terdapat barang bukti satu lembar baju lengan pendek berwarna merah, satu lembar celana panjang kain berwarna hitam, dan satu lembar celana dalam warna putih,” ungkapnya.

Ia menambahkan atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor: 17 tahun 2016, Penetapan Perpu Nomor: 1 tahun 2016, Perubahan kedua atas UU RI Nomor: 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU Sebagaimana telah Dirubah dalam UU RI Nomor: 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(SAD)

Comment