by

Eks Kadis PUPR KKT Mangkir Dari Panggilan Kejati

Eks Kadis PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Adrianus Sihasale alias Donny, mangkir dari panggilan tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, 2 Juli lalu.

Adrianus dipanggil tim penyidik Kejati Maluku, untuk diperiksa selaku tersangka dikasus dugaan korupsi Taman Kota Saumlaki, KKT.

Namun tanpa alasa yang jelas, Adrianus tidak memenuhi panggilan yang dilayangkan tim penyidik.

Hal yang sama juga dilakukan oleh tersangka lainnya, Hartanto Hutomo selaku kontraktor proyek Taman Kota Saumlaki.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, mengungkapkan, dua orang tersangka kasus Taman Kota Saumlaki, tidak hadir dalam agenda pemeriksaan yang telah dijadwalkan penyidik.

“Agenda hari Jumat kemarin, seharusnya dua tersangka ini diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka. Akan tetapi, keduanya tidak hadir. Sehingga penyidik akan jadwalkan ulang,” terang Wahyudi, Minggu (4/7).

Padahal menurutnya, pasca keduanya dipanggil untuk diperiksa, kemungkinan akan langsung dilakukan penahanan terhadap keduanya, menyudul dua rekannya yang telah ditahan.

“Kemungkinan besar keduanya pasca diperiksa langsung ditahan. Sebab dua rekan tersangka lainnya, sejak pekan kemarin sudah ditahan di Rutan selama 20 hari ke depan,” tandas Wahyudi.

Sebelumnya penyidik Kejati Maluku telah melakukan penahanan, terhadap dua dari empat tersangka kasus dugaan korupsi taman Kota Saumlaki.

Penahanan ini dilakukan, setelah sebelumnya Kejati Maluku menetapkan empat tersangka dalam kasus itu.

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rorogo Zega, mengungkapkan, dua tersangka yang ditahan di Rutan Kelas II A ambon, yakni, Frans Yulianus Pelamonia selaku pengawas dan Wilma Finanlampir selaku PPK.

“Jadi hari ini, kita lakukan penahanan terhadap dua tersangka. Sebenarnya empat tersangka yang kita periksa sebagai tersangka untuk ditahan, hanya saja, dua tersangka lain tidak menghadiri panggilan. Rencananya, Jumat pekan ini, baru mereka hadir untuk diperiksa sebagai tersangka sekaligus ditahan,” jelas Kajati, kepada Wartawan, Senin (28/6).

Dua tersangka yang belum ditahan, yakni, eks Kadis PUPR KKT, Adrianus Sihasale alias Donny dan Kontraktor Proyek Hartanto Hutomo.

Sementara untuk dua tersangka yang ditahan, kata Kajati, selanjutnya akan menjalani penahanan selama 20 hari di Rutan dan Lapas perempuan kota Ambon.

“Kedua tersangka yang sudah hadir, langsung kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan dan Lapas Perempuan Ambon. Untuk dua lainnya, akan dipanggil lagi untuk pemeriksaan hari Jumat. Kami harap dua tersangka lain ini, bisa hadir dalam pemeriksaan nanti,” jelasnya.

Proyek Taman Kota Saumlaki merupakan proyek 2017 lalu, yang dikerjakan PT Inti Artha Nusantara tidak sesuai bestek pada RAB.(SAD).

Comment