by

Eks Raja Porto Duduk Di Kursi Pesakitan

Ambon, BKA- Kepala Kejaksaan Cabang Saparua,Ardy yang bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) , menggiring Eks Raja Porto, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Marthen Abraham Nanlohy (57), ke kursi pesakitan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon untuk diadili terkait kasus dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), Tahun 2015-2017 sebesar Rp.2 miliar lebih, pada sidang, Rabu, (30/9).

Sidang perdana yang berlangsung dengan agenda mendengarkan dakwaan JPU itu, dipimpin ketua majelis hakim,Jeny Tulak, Feliks R. Wuisan dan Hery Liliantoro selaku hakim anggota, sementara untuk terdakwa sendiri didampingi kuasa hukumnya, Rony Samloy dan Jenci Elisabeth Ratumassa dari kantor Pengacara Rony Samloy dan rekan.

Dalam dakwaan JPU menyebutkan, terdakwa diangkat menjadi Raja tanggal 30 November 2017 bersama Salmon Noya selaku Bendahara dan Hendrik Latuperissa
Dimana, Raja Porto melakukan perbuatan melawan hukum melakukan pengelolaan keuangan negeri Porto Tahun 2015-2017 secara tidak benar dan akuntabel dengan manipulasi volume bahan maupun harga bahan sehingga antara nilai harga ril yang dialokasikan secara nyata di lapangan tidak sama dalam laporan pertanggungjawaban.

Nanlohy telah memperkaya diri sendiri bersama bendahara dan sekertaris. Perbuatan mereka itu merugikan negara Rp 328.748.277.

Untuk diketahui, pada tahun 2015, 2016 dan 2017 Pemerintah Negeri Porto mendapat DD dan ADD sebesar Rp 2 miliar.

Anggaran tersebut diperuntukan bagi pembangunan sejumlah item proyek, diantaranya pembangunan jalan setapak, pembangunan jembatan penghubung dan proyek Posyandu.

Modus yang dilakukan terdakwa bersama sekertaris dan bendahara melakukan mark up dalam setiap pembelanjaan item proyek. Sehingga harga volume naik dari harga aslinya.

“ Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP,” ungkap JPU dalam berkas dakwaannya.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, penasehat hukum terdakwa, Rony Samloy keberatan atas dakwaan JPU, Dan mengatakan akan mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut. “Kita keberatan yang mulai, jadi akan kita eksepsi,” tandas Samloy kepada ketua majelis hakim.

Setelah mendengarkan tanggapan Penasehat hukum majelis hakim kemudian menunda sidang hingga Rabu pekan depan untuk agenda eksepsi atas dakwaan JPU. (SAD)

Comment