by

Eksekusi Barang Bukti Kejahatan Faradiba, Kejari Ambon Setor Rp 2,6 Milliar ke Kas Negera

Keputusan Mahkamah Agung yang berkekuatan hukum tetap, terkait kasus Pengelapan Dana Nasabah Bank Nasional Indonesia (BNI) serta pencucian uang yang dilakukan Faradibha Yusuf Cs, telah dikeluarkan 3 April 2021 lalu.

Menidaklanjuti itu, Kejaksaan Negeri (Kejari Ambon selanjutnya melakukan eksekusi barang bukti dari kasus tersebut.

Barang bukti yang dieksekusi, diantaranya, uang tunai sebesar Rp 2.693.200.000, 8 unit mobil, serta 3 unit bangunan.

Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Dian Fris Nalle, mengatakan, berdasarkan keputusan MA, Faradibha Cs tak hanya dikenakan hukuman penjara, namun juga denda serta uang pengganti.

Untuk terpidana Faradibha Yusuf divonis penjara 20 tahun, denda Rp 1 milliar, serta yang bersangkutan dituntut membayar uang penganti sebesar Rp 22.540.000.000.

Terpidana Marce Muskita divonis penjara 7 tahun, denda Rp 200 juta. Krees Rumalewang divonis penjara 18 tahun, denda Rp 500 juta. Yosep Maitimu divonis penjara 18 tahun, denda Rp 500 juta. Andres Risal Yahya alias Callu divonis penjara 7 tahun. Serta, Soraya Pelu divonis penjara 15 tahun, denda Rp 500 juta.

Menurut Nalle, eksekusi barang bukti dilakukan untuk menyelamatkan keuangan negara, berupa menyetor bukti uang tunai sebesar Rp 2.693.200.000 ke rekening Kas Negara melalui BRI.

“Untuk denda para terpidana sesuai keputusan MA, akan diupayakan kepada yang bersangkutan dalam hal menyelamatkan kerugian negara. Barang bukti berupa uang ini telah kita ambil dari penitipan barang bukti direkening Pengadilan Negeri, dan hari ini juga akan kita setor ke rekening kas negara melalui rekening BRI,” jelas Nalle.

Barang bukti uang tunai Rp 2.693.200.000, terang Nalle, disita dari Faradibha Jusuf sebesar Rp 1.598.200.000, Rp 50 juta dari Krees, Rp 35 juta dari Callu, Rp 340 juta dari Natalia Kilikili, Rp 100 juta dari Frengky Akerina, Rp 30 juta disita dari Abdul Manaf Tubaka dan Rp 17,5 juta disita dari Herman Chen. Seluruh uang tersebut dirampas untuk negara.

Sedangkan Uang sebesar Rp 20 juta yang disita dari William Ferdinandus, dikembalikan untuk dipergunakan bagi perkara atas nama terdakwa.

Selain uang tunai, lanjut dia, barang bukti berupa 8 unit mobil, juga nantinya akan diperhitungkan untuk pembayaran uang penganti atas nama terpidana Faradibha Yusuf, melalui proses lelang.

“Barang bukti ini akan kita lakukan perhitungan dan akan dilelang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada koordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), untuk kita lakukan pelelangan,” tutup Kajari Ambon itu.(SAD).

Comment