by

Eksekusi Lapak Pedagang Tetap Berjalan

Ambon, BKA-Meskipun ada upaya penolakan dari pedagang terhadap rencana relokasi di pasar Mardika, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon akan tetap melakukan eksekusi untuk relokasi.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Disperindag Kota Ambon, Jannes Aponno, saat dihubungi koran ini, Kamis (20/8). Menurutnya, proses eksekusi akan tetap berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Dikatakan, rencana relokasi pedagang Mardika ke tiga lokasi pasar yang telah disediakan Pemerintah Kota, tidak bisa dibatalkan.

Diantaranya, pasar Transit Passo, Oleh-Oleh Tantui dan Pasar Apung. Sehingga pedagang yang akan direlokasi harus mengosongkan lapaknya yang berada di area pembangunan revitalisasi pasar Mardika.

“Mardika harus segera dikosongkan berdasarkan deadline waktu yang telah ditetapkan. Jadi saya tegaskan, ini demi kebaikan bersama, jadi harus tetap kami lakukan,” tandas Janes.

Janes juga mengaku, dinasnya terus ditanyai soal rencana relokasi tersebut. Bahkan surat edaran yang ditandatangani Sekertaris Kota Ambon, A G Latuheeru, sudah diedarkan ke pedagang sejak tanggal 11 Agustus pekan lalu.

“Makanya tidak ada alasan lagi, untuk mereka tidak mengosongkan lokasi tersebut,” imbuhnya.

Dijelaskan, untuk proses eksekusi lapak pedagang Mardika akan dilakukan secara bertahap. Dan untuk pedagang yang mau direlokasi ke pasar Transit Passo, akan dibongkar pada 22 Agustus 2020 nanti.

Sementara untuk pedagang yang mau di relokasi ke pasar Oleh-oleh Tantui, Disperindag berikan waktu sampai 25 Agustus 2020.

Kata dia, paling lama hingga 29 Agustus 2020, seluruh pedagang yang kena dampak revitalisasi pasar Mardika, harus dikosongkan.

“Jadi, pada akhir Agustus semua wilayah pasar Mardika yang akan dilakukan Revitalisasi sudah harus bebas dari aktifitas pedagang, ” cetusnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota tetap melakukan pembongkaran, jika pedagang tidak menggubris surat-surat edaran untuk waktu relokasi pedagang Pasar Mardika. Karena surat edaran dimaksud telah disebarkan.

Dan nantinya TNI, Polri dan personil Satpol PP akan dilibatkan untuk proses eksekusi lapak pedagang, yang menolak untuk direlokasi ke tiga pasar dimaksud.

“Dalam proses ini, kami akan libatkan aparat TNI-POLRI, serta Satpol-PP untuk melakukan pembongkaran paksa, apabila yang bersangkutan belum juga meninggalkan lokasi sesuai batas waktu deadline. Intinya, revitalisasi Mardika, harus segera berjalan di 2020 ini,” pesannya. (BKA-1).

Comment