by

Eksekusi Tanah Milik Josfince Pirsouw Tunggu Waktu

Ambon, BKA- Eksekusi tanah yang dikenal dengan Dusun Urik/Teha seluas 1000 hektare di Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, milik Josfince Pirsouw berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Masohi Nomor:23/Pdt.G/2018/PN.Msh tanggal 24 September 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsdezaak) tinggal menunggu petunjuk Pengadilan Tinggi Ambon untuk dieksekusi.

Untuk diketahui dalam perkara Nomor 23/2018 itu amarnya menyatakan Josfince Pirsouw dan ahli warisnya adalah pemilik sah dari Dusun Urik/Teha seluas 1000 hektare dan Josfince Pirsouw yang berkedudukan sebagai penggugat juga merupakan pemilik sah atas objek sengketa seluas 10 hektare.

Putusan perkara itu juga menyatakan Josfince sebagai ahli waris sah dari almarhum Ruben Pirsouw, Kepala Dati dan pemilik Dusun Urik/Teha. Pengadilan Negeri Masohi telah menyurati Pengadilan Tinggi Ambon berisi petunjuk terhadap permohonan eksekusi yang dilayangkan Josfince Pirsouw pada lebih kurang tiga bulan silam.

’’Kami sudah mengecek di Pengadilan Masohi soal eksekusi tanah milik kami (Dusun Urik/Teha), dan kata Humas PN Masohi mereka sudah menyurati Pengadilan Tinggi Ambon dan saat ini mereka sementara menunggu petunjuk dari Pengadilan Tinggi soal eksekusi yang kami mohonkan. Mereka (Humas PN Masohi) katakan kepada kami tinggal menunggu waktu eksekusi saja setelah ada petunjuk dari Pengadilan Tinggi,’’ ungkap salah satu putra Josfince Pirsouw, Rolen Pirsouw kepada Koran ini melalui ponselnya, Rabu (17/2).

Rolen memastikan pada saat eksekusi Dusun Urik/Teha dilakukan, seluruh pihak yang memperoleh alas hak di luar keluarga Josfince Pirsouw akan dieksekusi rumah-rumah maupun bangunan-bangunan lain di atasnya. Tentunya termasuk sejumlah bangunan kantor milik Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat yang berdiri kukuh di atas Dusun Urik/Teha namun tidak memperoleh izin penguasaan lahan dari keluarga Josfince Pirsouw.

’’Kami masih membuka pintu damai untuk pihak-pihak yang tidak memperoleh izin membangun untuk datang berbicara baik-baik dengan kami sebelum hari pelaksanaan eksekusi, sebab jika eksekusi akan dilaksanakan, itu bukan lagi urusan kami. Risiko ditanggung sendiri bagi yang membangkang terhadap imbauan kami selaku pemilik lahan yang sah atas Dusun Urik/Teha,’’ tegasnya.

Rolen menjelaskan saat ini pihaknya tengah menghalangi proyek jalan milik Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat yang masuk di dalam Dusun Urik/Teha, namun tidak dilakukan ganti rugi kepada keluarga Josfince Pirsouw. ’’Soal Pemkab SBB sudah bayar lahan ke pihak-pihak lain, itu bukan urusan kami. Sebab, ini tanah milik kami dan belum pernah ada pembicaraan maupun pembebasan lahan kepada keluarga kami yang merupakan pemilih sah atas Dusun Urik/Teha,’’ bebernya.

Di lain kesempatan Kuasa Hukum Josfince Pirsouw, Rony Samloy mengatakan laporan pihaknya telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan sehingga dalam waktu dekat sudah ada yang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap kliennya. ’’Saya dengar dari klien saya kalau kasusnya sudah ditingkatkan ke penyidikan. Tidak terlalu lama lagi saudara Rudy Tanifan akan berstatus tersangka dalam perkara pencemaran nama baik dan fitnah terhadap klien saya (Josfince Pirsouw),’’ tutup Samloy. (SAD)

Comment