by

Ekspor Maluku di 2020 Meningkat

Ambon, BKA- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku, Elvis Pattiselano menegaskan, nilai ekspor Maluku di tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan sebanyak 70,023 juta U$ dolar. Jika dibandingkan tahun 2019 yang hanya 14,8 U$ dolar. Jumlah ini akan terus meningkat di tahun 2021.

“Dari total 70,023 juta U$ dolar, terdiri non migas 45,1 juta U$ dolar, migas 24,8 juta U$. Jika dibandingkan dengan 2019 hanya 14,8 U$ dolar,” tutur Pattiselano, kepada wartawan di kantor Gubernur, Senin (18/1).

Dijelaskan, untuk ekspor non migas di tahun 2020, sektor perikanan paling terbanyak. Terutama untuk udang dari perusahan Arara, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah hampir mencapai 70 persen, dengan total 33,1 juta U$ dolar. Sementara sisanya ikan tuna, ikan hidup, kepiting dan beberapa lainnya.

Ia berharap, dengan perkembangan ekspor yang signifikan ini, kedepan harus bisa dipertahankan. Bahkan sesuai arahan Pemerintah Provinsi Maluku, 2021 ekspor lebih ditingkatkan pada semua sektor menjadi prioritas.

Dengan sasaran tujuan ekspor, lanjut dia, antara lain Jepang terutama untuk ikan tuna, termasuk Amerika dan beberapa negeri eropa lainnya. “Semoga di 2021 bisa lebih baik dari 2020. Itu yang kita harapkan,” pintanya.

Sebelumnya, Gubernur Maluku, Murad Ismail melepas ekspor Ikan Tuna fresh ke Narita Jepang. Ekspor yang dilakukan PT. Peduli Laut Maluku dengan jumlah 15 ton, itu dimuat menggunakan pesawat Kargo Garuda Indonesia Citilink PK-GGC, pada Rabu (6/1).

Pelepasan 15 ton ekspor tuna berlangsung di Terminal Kargo, Bandara Internasional Pattimura Ambon menggunakan jasa penerbangan Pesawat Garuda, dengan mengoperasikan penerbangan Ambon Jepang lewat Manado Sulawesi Utara.

Ekspor dan investasi, kata Murad, merupakan kunci penting untuk kemajuan ekonomi. Karena konomi yang tumbuh dapat menekan kesenjangan dan kemiskinan. Dan setiap juga diharapkan, memperluas wilayah pasar sebagai solusi mengatasi dampak resesi global, agar mampu bertahan di kancah perdagangan internasional.

“Pemda Maluku telah mempersiapkan langkah dan strategi baru yang disebut diversifikasi pasar dan produk. Melalui strategi ini, pasar tujuan ekspor kini beralih ke sejumlah negara yang menyatakan potensi pasar yang cukup signifikan untuk dieksplorasi,” papar Murad. (RHM)

Comment