by

Euro 2020 Bukti Pengaruh Luar Biasa Pep Guardiola Terhadap Sepakbola Inggris

Pelatih akademi Manchester City, Jason Wilcox berpendapat dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Goal bahwa pengaruh Pep bagi Inggris luar biasa.
Ketika Pep Guardiola tiba di Manchester City pada 2016, ada banyak orang yang yakin gaya sepak bolanya tidak akan sukses di Liga Primer Inggris.
Kecepatan, kekuatan, dan tekel dianggap sebagai satu-satunya cara untuk menang di malam yang dingin dan basah di Stoke bukannya mengandalkan passing, pressing dan pengambilan risiko.

Itu selalu menjadi argumen yang aneh, mengingat Barcelona dan Bayern Munich bersama Guardiola kerap datang ke Inggris dan mendominasi pertandingan di Liga Champions saat melawan tim-tim Liga Primer, dan filosofi sepakbolanya pada akhirnya dibuktikan dengan kisah sukses di Manchester City.

Memang, jelas sekarang bahwa pelatih Catalan tidak hanya mengubah City menjadi kekuatan besar Eropa. Ia juga berperan terhadap performa Inggris hingga mencapai final Euro 2020 – pencapaian terbaik mereka di turnamen besar selama 55 tahun.
Ambil contoh, kemenangan semi-final The Three Lions atas Denmark.

Menggenggam keunggulan 2-1 hingga menit-menit akhir, tidak ada kepanikan yang menjadi ciri khas Inggris di masa lalu. Sebaliknya, tim asuhan Gareth Southgate menutup penampilan mereka dengan statistik 53 operan akurat dalam waktu dua setengah menit menuju kemenangan mereka.

Tiga pemain City menjadi starter di final Euro versus Italia, yang mungkin tidak mengejutkan mengingat mereka telah dinobatkan sebagai juara Liga Primer dalam tiga dari empat tahun terakhir.

Namun, Raheem Sterling, John Stones dan Kyle Walker sama mengesankannya dengan siapa pun di turnamen, setelah menghabiskan empat tahun terakhir bekerja di bawah asuhan Guardiola dan mempelajari gaya sepakbolanya yang berorientasi pada penguasaan bola.
Dan jangan lupakan Phil Foden yang melewatkan final karena cedera, lalu mantan bintang tim muda City, Jadon Sancho yang masuk dari bangku cadangan. Filosofi sepakbola Guardiola merupakan bagian integral dari perkembangan kedua pemain muda tersebut.

Ini adalah gaya yang diajarkan dari kelompok usia dini di akademi City, yang menghadirkan pesepakbola penuh teknik dan kecerdasan, yang dibekali dengan baik untuk lulus ke Etihad atau klub lainnya.
Kami memiliki perpaduan antara gaya Inggris dan Spanyol, tapi, pada akhirnya, pandangan Pep tentang permainan, yang bersumber dari Johan Cruyff, telah memengaruhi sepak bola Inggris, kata manajer City Academy, Jason Wilcox kepada Goal.
Ada adaptasi, tetapi ada banyak tim sekarang yang benar-benar menghargai cara bermain ini dan yang menghargai pentingnya detik pertama dari sebuah gol daripada detik ke-30.

Cara mencetak gol, cara membangun permainan dari belakang dan menyelesaikannya di sepertiga akhir sebagai sebuah tim, dan bermain dengan garis pertahanan tinggi dan bermain di lini tengah lawan – cara ini tidak diragukan lagi berkat Pep dan ia berkembang sepanjang waktu dan kita harus mencoba untuk mengikutinya.

Ketika beberapa orang mengklaim mungkin hanya kebetulan, ada korelasi luar biasa antara kesuksesan tim nasional dan tempat di mana Guardiola bekerja setiap hari melatih para pemain terbaik negara tersebut.
Kesuksesan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 dan Euro 2012 dilandasi dari skuad dengan penuh pemain Barcelona asuhannya, juga saat di Bayern, Jerman pun sukses memenangkan Piala Dunia 2014.
Dan sekarang Inggris, jelas, menikmati hasil terbaik mereka di turnamen besar sejak era Sir Alf Ramsey, Bobby Moore dan Geoff Hurst.

Wilcox tidak meragukan bahwa Guardiola pantas mendapatkan pujian karena membuktikan kepada dunia bahwa filosofinya, yang dianut oleh setiap tim muda City dari U-18 dan U-23, bisa sukses.
Kami tidak akan pernah berkompromi dengan gaya kami dan saya pikir apa yang dilakukan Pep membuktikan bahwa gaya permainan ini bisa sukses di liga top mana pun di Eropa, terang Wilcox.

Ada banyak tanda tanya di awal. Semua orang keluar mempertanyakan Pep, taktik dan pilihannya. Namun bagi saya, ia adalah manajer terbaik di dunia, dan ia tentu saja memiliki pengaruh di akademi kami.
Dibutuhkan keberanian dan banyak kerja keras untuk bermain dengan caranya. Itu tidak hanya dilakukan pada hari Sabtu, tapi setiap jam dalam latihan, setiap hari, setiap bulan penuh kerja keras nyata di lapangan. Kami harus menerapkan tingkat kerja keras, konsistensi, dan detail yang sama dalam program harian kami.

Pekerjaan kami di akademi sedikit berbeda karena kami arus memastikan bahwa kami mengembangkan pemain dalam segala hal. Ini bukan hanya tentang memastikan bahwa kami menjaga pertumbuhan fisik para pemuda. Kami harus memastikan bahwa kami mendapatkan lingkungan tim dengan benar sehingga memungkinkan mereka untuk menjadi ekspresif dan kreatif.

Hal terbesar kami adalah ketika Anda menonton tim muda City, Anda tidak hanya akan melihat keterampilan individu yang hebat, tetapi juga pemahaman di antara para pemain bahwa mereka harus bermain untuk tim. Itu adalah sesuatu yang sangat penting.
Wilcox sangat bangga dengan etos kerja klub, menekankan bahwa setiap orang, mulai dari petugas kebersihan dan koki hingga pelatih Elite Development, semuanya memberikan kontribusi penting untuk mengembangkan pemain dan individu berbakat.
Para pemain muda Inggris telah merebut hati banyak penggemar karena apa yang mereka lakukan di luar mau pun di dalam lapangan, entah itu dengan berani mendorong keragaman yang mereka percayai tanpa rasa takut, atau terlibat dengan para penggemar dan media.
Foden adalah bagian dari kelompok panutan muda yang menarik ini. Ia sudah menjadi poster boy untuk akademi City setelah membuat langkah besar dari prospek menjanjikan hingga tampil di tim utama secara reguler, dan penampilannya di panggung internasional membuat staf klub semakin bangga akan buah kerja mereka.Apa yang telah dilakukan tim Inggris, cara mereka menemukan dan memahami peran mereka di masyarakat, memengaruhi anak-anak muda yang ingin menjadi seperti mereka, tambah Wilcox.
Hal terbesar dari Phil bukanlah caranya berkembang sebagai pemain, tapi caranya memperlakukan diri sendiri, cara ia berbicara kepada media dan caranya menangani diri sendiri. Ia berkembang dalam segala aspek, namun tetap menjadi anak yang rendah hati dari Stockport. Ia tidak berubah sama sekali.
Itu pujian terbesar yang bisa saya berikan padanya. Kami bangga padanya atas perilakunya [di luar lapangan] seperti [pencapaian] sepakbolanya. (INT)

Comment