by

Fatlolon Tak Masuk Prioritas Vaksin

Ambon, BKA- Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, tidak masuk nominasi yang harus diutamakan dalam pemberian vaksin Covid-19. Sebab saat ini, dia tengah terpapar virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa, mengatakan, bukan hanya bupati yang tidak masuk nominasi vaksinasi vaksin Covid-19. Namun semua masyarakat yang telah terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19, diperlakukan sama dalam hal tersebut.

Dia menjelaskan, orang yang telah terjangkit Covid-19, maka secara otomatis telah memiliki antibodi terhadap virus tersebut. “Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, tidak masuk nominasi yang harus diutamakan dalam pemberian vaksin, dikarekan anti bodi dari para pasien positif corona virus ini telah terbentuk,” terangnya, Kamis (7/1).

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan tenaga kesehatan yang akan divaksin. Sesuai dengan rencana pemerintah pusat, vaksinasi akan dimulai pada 13 Jnuari yang diawali dengan penyuntikan vaksin sinovac terhadap presiden, serta seluruh kepala daerah bupati, walikota dan gubernur se-Indonesia.

Menurutnya, tidak semua tenaga kesehatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan divaksin. Sebab jatah vaksin sinovac yang diberikan Pemerintah Provinsi Maluku pada kabupaten tersebut hanya sekitar 500 lebih, sedangkan jumlah tenaga kesehatan di kabupaten itu berjumlah 615 orang.

Untuk itu, pihaknya masih harus menginput data lengkap para penerima vaksin tersebut. “Saya kira hanya menunggu waktu saja, karena peruntukan vaksin juga berdasarkan uji klinis. Dan kita juga belum tahu, Tanimbar pastinya dapat berapa banyak vaksin,” tandasnya.

Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan pada 13 sampai 15 Januari mendatang. Selain semua pejabat, tahap pertama vaksinasi ini akan menyasar 3.396 tenaga kesehatan yang masuk data base untuk divaksin. (BKA-4)

Comment