by

Febuari, Wailissa Deklarasi Calbup Malteng

Ambon, BKA- Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Maluku Tengah (Malteng) yang akan berlangsung di tahun 2022 mendatang masih menunggu regulasi terbaru dari KPU. Namun M. Sukri Wailissa, bakal mendeklarasi dirinya sebagai bakal calon bupati Maluku Tengah pada Februari 2021 nanti.

Sebagai anggota DPRD Malteng aktif dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), rencana deklarasi awal akan berlangsung di wilayah Jazirah Leihitu, tanggal 7 Februai 2021 depan.
“Kita sedang menyiapkan deklarasi buat pak Wailissa di Jazirah pada awal Februari nanti. Ini adalah gerakan satu jiwa Seram Raya dan Jazirah bersatu. Karena kita yakin banyak tokoh dari Seram dan Jazirah yang layak memimpin Maluku Tengah di masa mendatang,” ungkap Jubur Bicara Salam Satu Jiwa, Sukri Abdul Manan Bin Latif, kepada awak media, Jumat(22/1).

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malteng ini juga mengingatkan, bahwa salah satu rekomendasi hasil Musyawarah Wilayah PKB Maluku yang berlangsung pada 9-10 Januari 2021 lalu, telah menugaskan kader terbaik PKB untuk maju di Pilkada Malteng 2022 nanti yaitu, M. Sukri Wailissa.

“Pada prinsipnya Wailissa sebagai petugas partai siap maju di pilkada Malteng. Sesuai hasil Muswil telah merekomendasikan dan menugaskan kader partai untuk maju di Pilkada Malteng 2022,” papar Sukri.
Selain Wailissa, akui Sukri, dalam konstalasi Pilkada Malteng ada beberapa nama bakal calon bupati (bacalbup) lainnya yang telah melakukan konstalasi politik. Namun dengan kehadiran Wailissa, sebagai salah satu figur Calbup, telah mengejutkan banyak pihak. Pasalnya kandidat yang akrab disapa SW ini merupakan perwakilan dari tokoh Seram.

“Sukri akan buat sejarah bagi masyarakat seram. Ini kali pertama putra seram maju dalam pertarungan pilkada di Malteng,” cetusnya.
Dikatakan, niat maju sebagai salah satu figur bacalbup dan Jazirah Leihitu sebagai awal dekorasi, hanya semata-mata ingin adanya perubahan dan kemajuan bagi masyarakat Seram Raya dan Jazirah.

“Seram Raya dan Jazirah, katong (kita) satu hati dan satu jiwa. Sama-sama mengginginkan adanya perubahan. Agar pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi di Seram Raya dan Jazirah bisa berjalan optimal,” tegas Sukri. (RHM)

Comment