by

Fery Tanaya Minta Pulihkan Nama Baik

Ambon, BKA- Fery Tanaya yang kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, dalam kasus dugaan korupsi penjulan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mesin gas 10 MV tahun anggaran 2016 di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, kembali mengajukan pra peradilan.

Pada pra peradilan tersebut, Fery Tanaya meminta pemulihan nama baiknya, serta meminta agar membatalkan status tersangka terhadap dirinya di kasus itu.

Permohonan itu disampaikan Fery Tanaya melalui kuasa hukumnya, Herman Koedoeboen, Firel Sahetapy dan Hendry Lusikooy, saat membacakan materi permohonan melawan Kejati Maluku sebagai termohon, pada sidang pra peradilan yang digelar di Pengadilan Tipikor Ambon, yang dipimpin hakim tunggal Adam Adha, Selasa (23/2).

Usai membacakan poin permohonan, tim kuasa hukum menyerahkan permohonan ke majelis hakim. Selanjutnya majelis hakim menunda sidang, untuk dilanjutkan dengan agenda mendengar jawaban termohon Kejati Maluku.

Kuasa Hukum Tanaya, Hendry Lusikooy, usai persidangan, menjelaskan, berdasarkan ketentuam hukum, perkara yang sama tidak dapat diulang kedua kalinya atau Ne bis in idem.

“Keputusan pra Nomor 5 tahun 2020 pada poin dua menyatakan, penetapan pemohon sebagai tersangka berdasarkan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Tipikor itu, sama dengan proses penyidikan sekarang, dimana objek sama dan subjek juga sama, sehingga penetapan tersangka tidak sah,” jelas Lusikooy.

Bukan hanya itu, selain pembatalan penetapan tersangka, Fery Tanaya juga meminta nama baiknya yang terlanjut tercemar dikembalikan seperti semula.

“Jadi poin permohonan kedua, kita minta supaya pemohon melaksanakan perintah butir 5 putusan praperadilan Nomor 5 tahun 2020, yang menyatakan merehabilitasi nama baik pemohon seperti sedia kala. Karena sampai sekarang hal tersebut belum dilakukan Kejati Maluku, pasca putusan pra peradilan pertama,” pungkasnya.(SAD).

Comment