by

FGD, Pemkab MBD Gandeng PT Petrotekno

Tiakur,- Tantangan dan Peluang Pengembangan Sumber Daya Manusia, jadi topik utama dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Dengan menggandeng PT Petrotekno sebagai narasumber di gedung Serbaguna, Tiakur, Selasa (27/10) pekan lalu.

Lewat rilis Humas Pemkab MBD, Senin (2/11), FGD dibuka secara resmi oleh Pjs Bupati MBD, Melkias M. Lohy. Turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) MBD, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten MBD, Asisten Administrasi Umum, para pimpinan OPD lingkup Pemkab MBD, Perwakilan Polres MBD, Camat Pulau Moa, TP. PKK Kab. MBD, Dharma Wanita Persatuan Kab. MBD, Para Kepala Desa, Pimpinan PT. Petrotekno beserta para Tokoh Masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pjs Bupati MBD, Melkias M. Lohy menyebutkan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menatap masa depan kabupaten MBD. Dan PT. Petrotekno hadir untuk memberikan sosialisasi terkait program-program yang berhubungan dengan pengembangan SDM.

Oleh sebab itu, kata Melkias, kehadiran PT Petrotekno di Maluku untuk mendapatkan sumbangsih dan justifikasi dalam mengembangkan SDM di Provinsi Maluku khususnya Kabupaten MBD.

“Dengan potensi kekayaan alam yang dimiliki, Kabupaten MBD ini kaya. Tetapi, kalau tidak diimbangi dengan SDM ini menjadi masalah terbesar kita,” sebutnya.

Disis lain, kata dia, dengan mempertimbangkan karakteristik, Pemkab MBD telah melakukan langkah-langkah konkrit dalam meningkatkan SDM. Diantaranya, memperjuangkan beasiswa dari kementerian-kementerian yang ada, serta kebijakan untuk siswa tamatan SMA di MBD agar mendapatkan pendidikan pada PEM Akamigas Cepu.

Menurutnya, melihat keberadaan PT. Petrotekno dengan semua lemdiklatnya di Ciloto, ada 2 lisensi yang diterima oleh anak-anak didiknya. Yakni sertifikat internasional dan sertifikat nasional, agar anak didik siap bekerja di mana saja.

“Dari hasil rapat terbatas di hari kemarin, banyak masukan dari pimpinan OPD teknis terkait pengembangan SDM. Seberapa banyak pun usaha yang kita lakukan, tetapi kalau tidak mempunyai pola perencanaan yang baik untuk dilakukan, maka suatu saat kita tidak mempunyai konsep yang jelas tentang peningkatan SDM,” paparnya.

Melkias menambahkan, melalui FGD tersebut, lewat presentasi yang disampaikan pimpinan PT Petrotekno, maka Pemkab MBD sangat mengharapkan kontribusi pikir dari peserta yang hadir. Terkait pengembangan SDM di MBD bagi generasi yang akan datang, untuk mengolah SDA yang ada di bumi Kalwedo itu.

“Dimasa 71 hari kerja ini, dalam kaitan dengan pengembangan SDM lewat kerjasama dengan eksekutif dan seluruh komponen masyarakat yang ada di MBD, kita mendorong agar dapat terciptanya satu peraturan daerah (Perda). Terkait dengan masterplan SDM di kabupaten MBD” pintanya.

Diakhir sambutannya, Melkias berharap, Kabupaten MBD menjadi kabupaten yang mandiri, aman dan damai untuk semua orang. Dan kedepan, Pemkab MBD juga diharapkan dapat membuat perencanaan berdasarkan karakteristik wilayah yang ada di MBD.

Sementara itu, Direktur PT Petrotekno, Hendra Pribadi menambahkan, kehadiran PT Petrotekno di MBD merupakan tindaklanjut dari MoU antara PT Petrotekno dengan gubernur Maluku, Murad Ismail dalam meningkatkan SDM di Maluku.

Dijelaskan, PT. Petrotekno sendiri bergerak pada pengembangan SDM di bidang Industri. Dengan gambaran visualisasi tentang lembaga diklat PT. Petrotekno yang beroperasi di Teluk Bentuni, Papua Barat. Dimana setelah mengikuti pendidikan selama 3 sampai 5 bulan, anak-anak yang di didik dapat bekerja pada daerah tersebut, maupun proyek-proyek nasional diluar daerah.

Hendra mengharapkan hal yang sama juga terjadi di Kabupaten MBD. Untuk itu kepercayaan, dukungan dan bantuan dari seluruh peserta yang hadir selaku penggerak masyarakat di Kabupaten MBD sangat diharapkan.

FGD, lanjut Hendra, dengan mendengarkan pertanyaan, usul serta saran dari beberapa peserta yang hadir saat itu apakah kualifikasi pendidikan sangat dibutuhkan pada saat akan mengikuti pelatihan, persentase wanita dalam pelatihan, selain bergerak di bidang migas.

“Apakah terdapat pelatihan lain, penegasan terkait kebutuhan pengembangan SDM di MBD. Disamping itu juga para peserta sangat menyambut baik rencana pengembangan SDM ini.

Hendra menjelaskan, untuk kualifikasi pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan yang diterima. Dari pengalamannya di Teluk Bentuni, PT. Petrotekno pernah melatih tenaga dengan latar pendidikan sekolah dasar (SD).

“Beliau sangat berharap bahwa Kabupaten MBD nantinya akan lebih baik dari pada di Papua. Karena menurutnya, akan lebih mudah malatih tenaga dengan latar belakang SMA.

Terkait bidang pelatihan, Hendra mengaku, PT. Petrotekno juga bergerak diluar bidang industri migas, contonya pernah mendidik anak-anak Manado untuk menjadi Juru Rawat di Jepang, Bidang Pariwisata, Bidang Pengembangan UMKM dan Bidang Pertanian.

Untuk masalah persentase wanita, PT. Petrotekno selalu memberikan kesempatan kepada wanita untuk berkarier di Bidang Industri Migas sebanyak 50 persen. Pengembangan SDM di kabupaten MBD akan disesuaikan dengan potensi-potensi unggul yang dimiliki oleh masing-masing daerah. (BKA-3)

Comment