by

Fokus Edukasi, Cegah Kekerasan Seksual di Buru

Ambon, BKA- Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Buru bakal fokus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Seperti halnya dilakukan Pemerintah Kecamatan (Pemkec) Namlea saat ini.

Sebab, berdasarkan data yang disampaikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AMD) Kabupaten Buru, sepanjang tahun 2020 lalu, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat. Hingga salah satu kecamatan di daerah penghasil minyak Kayu Putih ini masuk zona merah.

Yakni untuk tahun 2020, terdiri dari kekerasan seksual/pencabulan 11 kasus, kekerasan fisik terhadap anak 7 kasus, penelantaran anak 2 kasus, pornografi 2 kasus, putus sekolah 2 kasus, saksi anak 2 kasus, anak sebagai pelaku 1 kasus, dan hak perwalian anak 1 kasus.
Sementara angka kasus seksual di tahun 2020 lebih tinggi, jika dibandingkan dengan jumlah kasus di tahun 2019, yang hanya 7 kasus.

“Kami menyadari sungguh, memang akhir-akhir ini tingkat kekerasan terhadap anak, salah satunya terjadinya pelecahan seksual baik kepada anak-anak yang masih dibawah umur, itu memang sangat miris dan memprihatinkan di beberapa bulan terakhir tahun 2020,” ungkap Camat Namlea, Latif Effendi, kepada koran ini, Jumat (5/2).

Orang nomor satu di Pemkec Namlea ini menghimbau, seluruh masyarakat Kecamatan Namlea, terutama para orang tua, agar senantiasa waspada dan menjaga anak-anaknya. Baik di dalam rumah maupun di luar.

Menurut dia, perlu ada pemberian edukasi pemahaman dan pengetahuan kepada anak-anak, agar tidak lantas percaya kepada orang-orang yang tidak dikenali.

“Karena biasanya kekerasan timbul atau kekerasan pelecehan seksual timbul, kadang-kadang itu yang kita lihat sekarang ini kebanyakan disekitar lingkungan kita. Orang-orang yang paling terdekat yang biasanya terjadi seperti itu,” sebutnya

Dijelaskan, dari sekian kasus kekerasan yang terjadi, sebagian besar pelaku merupakan orang terdekat. Yakni orang-orang yang memang sudah dikenal atau mengenali kondisi korban. Sehingga pelaku dengan leluasa bisa melakukan hal-hal yang tidak terpuji itu.
Untuk itu, lanjut dia, terpenting yang harus dilakukan yakni, pemberian edukasi terhadap masyarakat khususnya di Kecamatan Namlea.

“Kalau langka-langka yang akan kita lakukan, tentunya memberikan edukasi kepada seluruh orang tua dan juga kepada anak-anak kita. Sehingga mereka bisa memahami, bahwa kondisi yang terjadi sekarang ini menjadi perhatian penting dan pelajaran bagi kita semua,” pungkasnya.

Ia menambahkan, dengan pemberian pengetahuan kepada masyarakat, agar edukasi ini tidak terabaikkan dengan kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan mereka.

“Sehingga edukasi itu diberikan baik kepada anak itu sendiri, dan juga yang paling terprinting kepada orang tua. Sehingga kejadian ini paling tidak kita bisa cegah, sehingga tidak terjadi lagi di wilayah kita,” tutup Latif. (MSR)

Comment