by

Forkopimda Buru Disuntik Vaksin Tahap II

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 tahap II bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, di aula kantor Bupati Buru, Sabtu (13/2).

Para pejabat yang mengikuti vaksinasi itu diantaranya Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Guwandi, Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Briliant Wisnu Respati, selanjutnya Perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Wirnasih.

Selanjutnya Direktur RSUD Namlea, Helmi Koharjaya, Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febry Kusumawiatmaja, Kepala pengadilan Negeri Buru, H. Yogi Rachmawan, serta perwakilan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Hamid.

Sebelumnya, ke tujuh pejabat tersebut telah mengikuti penyuntikan vaksin Sinovac dosis pertama, saat launching program Vaksinasi Covid-19 perdana di Kabupaten Buru, tanggal 30 Januari 2021 lalu.

Jubir Satgas Covid-19 Buru, Nani Rahim mengungkapkan, hal dilakukan karena sudah sesuai aturan medis, penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan sebanyak dua kali per orang, dengan jangka waktu 14 hari. Dan akan dilaksanakan vaksinasi pada dosis yang ke dua kepada orang yang sama.

“Alhamdulillah semua lancar kan. Jadi untuk tahap kedua ini hanya ada beberapa diantaranya pak Dandim, pak Kapolres, pak Pengadilan Negeri. Kemudian dari IDI, ikatan bidan dari direktur rumah sakit sama dari ikatan perawat,” tutur Nani, kepada BeritaKota Ambon, saat ditemui di lokasi penyuntikan vaksin.

Nani berharap, masyarakat mendapatkan informasi yang positif dan tidak perlu ragu dengan Vaksin Sinovac yang berasal dari China itu. Sebab, masyarakat sudah seharusnya dapat mensukseskan program vaksin Covid-19.

“Kita harap masyarakat semua bisa tersosialisasi tentang adanya vaksinasi Covid-19 ini. Sehingga tidak ada lagi yang menolak vaksin, karena buktinya sejauh ini tidak ada yang menderita, tidak ada yang mengalami kejadian pasca imunisasi itu yang paling berat,” ungkapnya.

Ia mengakui, dari sekian orang yang divaksin, hanya beberapa yang merasa pusing dan adapula yang sedikit lemas. Akan tetapi, itu hanya beberapa menit, dan seluruh gejala tersebut hilang dengan sendirinya.

“Jadi tidak ada alasan untuk menolak vaksin, sejauh ini tidak ada yang berbahaya, tidak ada efek dan sampingnya berat juga tidak ada,” pungkasnya. (MSR)

Comment